14 July 2021, 06:11 WIB

Demonstran Antirasisme Berkumpul di Depan Mural Rashford yang Dirusak


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

DEMONSTRAN antirasisme, Selasa (13/7), berkumpul di depan mural Marcus Rashford yang divandalisme dengan ejekan terhadap penyerang timnas Inggris itu.

Sepanjang hari, ratusan orang berkumpul di depan mural yang berada di Withington, Manchester, yang dirusak dengan ejekan rasis setelah Rashford bersama Jadon Sancho dan Bukayo Saka gagal mengeksekusi penalti di laga final Piala Eropa 2020 sehingga Inggris kalah dari Italia.

Dengan latar belakang mural Rashford itu, demonstran Kate Caine mengaku jijik dengan perilaku orang-orang yang melontarkan pernyataan rasis kepada Rashford.

Baca juga: UEFA Selidiki Inggris Terkait Gangguan Keamanan di Final Piala Eropa 2020

"Saya adalah warga Manchester dan bangga dengan itu. Saya bangga dengan apa yang telah dilakukan Marcus Rashford untuk negara ini," tegas perempuan berusia 42 tahun itu.

Sebelum menjadi serangan rasisme karena gagal dalam adu penalti di final Piala Eropa 2020, Rashford dipandang sebagai pahlawan di dalam dan luar lapangan karena sukses melobi Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk menyediakan makanan gratis bagi anak sekolah di Inggris selama pandemi covid-19.

Ohmar, 17, mengaku dirinya sengaja datang ke lokasi mural Rashford untuk memberi dukungan.

"Pemain seperti dia tidak pantas mendapatkan hal semacam ini. Tidak ada pemain yang memberikan sebanyak yang dia berikan selama pandemi ini, dengan memberi makan bagi anak-anak yang kurang beruntun," ungkapnya.

Dalam sebuah pernyataan emosional, Rashford menegaskan dirinya tidak akan pernah minta maaf untuk menjadi dirinya sendiri.

Penyerang Manchester United itu mengaku nyaris menangis melihat mural dirinya dipenuhi pesan dukungan. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT