09 July 2021, 17:19 WIB

Rivalitas Abadi Argentina dan Brasil, Messi Incar Gelar Juara Copa America


Ilham Ananditya |

ESTADIO do Maracanã yang ikonik di Rio bakal menjadi tuan rumah final Copa América (CA) 2021 ke-47 pada Minggu (11/7) pagi WIB antara Brasil melawan Argentina.

Pertandingan final Argentina kontra Brasil dianggap sebagai final yang ideal. Selain keduanya jadi unggulan meraih gelar juara CA, latar belakang rivalitas, dan bertaburnya pemain bintang yang berkualitas menjadi pertandingan adu kehebatan antar tim.

Dan yang paling dinanti adalah kualitas dari masing-masing pemain bintang dari Argentina, Lionel Messi dan Brasil, Neymar Junior yang sempat menjadi rekan satu klub di Barcelona.

Saat tuan rumah Brasil sudah memiliki sembilan trofi Copa America, setelah memenangkan final pada 2019 dengan skor 3-1. Brasil akhirnya sampai pada pertandingan akhir CA 2021 untuk berebut gelar setelah pada pertandingan semifinal sebelumnya berhasil mengalahkan Peru dengan 1-0.

Faktor Brasil sebagai tuan rumah yang menjamu Argentina, juga menjadi harapan bagi Neymar dan kawan-kawan mempersembahkan gelar di hadapan masyarakat Brasil.

“Messi adalah pemain terbaik yang pernah saya lihat, dan berada di final sebagai rival membuat saya semakin bersemangat. Saya sangat ingin menang. Namun rasa hormat di antara kami masih besar.” tutur Neymar.

Pelatih Brasil, Tite alias Adenor Leonardo Bacchi, juga termovitasi mengincar kemenangan di Stadion Maracana untuk melampaui rekor 12 pertandingan CA tak terkalahkan bersama Brasil di CA milik pelatih sebelumnya, Mário Zagallo.

Baca juga : Bermain di Wembley, Italia: Kami yang Akan Memberikan Tekanan

Dalam edisi Copa America 2019, Brasil secara mengesankan menang dengan memiliki setidaknya selisih dua gol dalam empat dari lima penampilan final CA sebelumnya. Kemenangan 3-0 pada head-to-head di final 2007 juga mewakili keberhasilan terakhir mempertahankan gelar CA Brasil.

Argentina memang berhasil menang adu penalti di semifinal melawan Kolombia, untuk sampai di pertandingan final. Namun faktor lokasi, bermain di Brasil dan hanya memiliki waktu istirahat untuk pemulihan hanya selisih satu hari lebih sedikit daripada Brasil, Argentina kemudian dihadapkan pada peluang yang merugikan mereka.

Mereka berusaha untuk mengakhiri kekeringan trofi selama 28 tahun di ajang CA. Apabila Argentina memenangkan pertandingan tandang pertama di kompetisi ini, hal itu tidak hanya akan menambah rekor positif CA head-to-head sepanjang masa mereka dengan 15 kali menang, delapan kali imbang. Namun juga mengakhiri ‘kutukan’ bagi sang striker, Lionel Messi.

Kemenangan nantinya bagi Argentina akan mengakhiri 'kutukan Lionel Messi' saat sang megabintang merebut trofi internasional pertamanya meskipun ini merupakan final besar kelimanya bersama Argentina.

Tercatat Messi berhasil membawa Argentina ke final Copa America (2007, 2015, 2016) dan puncak partai Piala Dunia (2014) namun semua berujung kekalahan. Lionel Messi juga sedang dalam misi mengincar perebutan Sepatu Emas dengan kini menorehkan empat gol.

Dengan catatan tiga dari enam pertandingan final CA terakhir Argentina, semuanya kalah dalam adu penalti. 'La Albiceleste' tentunya akan terus coba menyelesaikan pertandingan melawan Brasil hanya dalam 90 menit saja dan meraih gelar juara ke-15 mereka nantinya.

“Rasanya bercampur aduk, kami senang dan bersemangat menanti pertandingan final. Yang paling dinanti adalah meraih gelar bersama tim pada akhirnya,” kata Lionel Messi dikutip dari Mundo Albiceleste. (Goal/ESPN/OL-2)

BERITA TERKAIT