07 July 2021, 10:33 WIB

Sponsor Utama Barcelona Kecam Video Rasis Dembele


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

CEO sponsor utama jersey Barcelona, Rakuten, Selasa (6/7), meminta penjelasan dari klub La Liga itu setelah penyerang Ousmane Dembele meminta maaf karena melontarkan pernyataan rasis dalam video yang viral di media sosial.

Dembele, Senin (5/7), meminta maaf setelah sebuah video berdurasi 42 detik yang tampaknya dibuat di Snapchat pada 2019 bocor dan viral di media sosial.

Video itu menampilkan Dembele, yang ambil bagian dalam tur pramusim Barcelona di Jepang, dua tahun lalu, berbicara dengan rekan setimnya Antoine Griezmann saat keduanya menunggu teknisi untuk memasangkan konsol gim video ke televisi kamar mereka.

Baca juga: Nagelsmann Mengaku akan Tetap Main Skateboard di Bayern

"Sebagai sponsor klub dan penyelenggara tur itu, saya sangat menyayangkan pernyataan diskriminatif pemain Barcelona, Rakuten selama ini mendukung Barcelona karena menyukai filosofi klub," ujar CEO perusahaan elektronik Jepang, Rakuten, Hiroshi Mikitani.

"Pernyataan semacam itu tidak bisa diterima dalam kondisi apa pun. Saya akan mengajukan protes keras kepada klub dan meminta mereka menjelaskan hal itu," lanjutnya.

Sejak 2017, Rakuten membayar 55 juta euro per tahun untuk tampil di depan jersey Barcelona dan telah memperpanjang kontrak untuk musim depan.

Dembele, yang tengah memulihan diri dari cedera yang dialaminya kala membela Prancis di Piala Eropa 2020, mengaku menyesalkan insiden itu.

"Baru-baru ini, sebuah video pribadi yang berasal dari 2019 menyebar di media sosial. Karena itu terjaid di Jepang, bisa dimana saja dan saya akan menggunakan ekspresi yang sama. Saya tidak menargetkan komunitas mana pun," kata Dembele lewat Instagram.

"Video itu kini telah menyebar. Saya mengerti hal itu bisa mempengaruhi mereka yang ada di video itu. Untuk itu, saya meminta maaf," lanjutnya.

Griezmann yang juga ada di video itu menegaskan dirinya menentang segala bentuk diskriminasi.

Dia kemudian meminta maaf dan mengatakan, "Saya meminta maaf jika menyinggung teman-teman saya dari Jepang." (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT