11 June 2021, 11:07 WIB

Ketika Sepak Bola Dijadikan Alat Politik


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

SAAT UEFA memerintahkan Ukraina untuk mengubah jersey yang akan mereka digunakan di Piala Eropa 2020 dengan menyingkirkan slogan nasionalis yang diprotes Rusia, berikut adalah beberapa kesempatan saat sepak bola dijadikan alat politik

Baca juga: Jelang Laga Euro 2020, Mertens Sebut Rusia Miliki Pemain Bagus

1. Krisis jersey Ukraina

Perselisihan antara Ukraina dan Rusia, menjelang Piala Eropa 2020, pecah ketika Ukraina memperkenalkan jersey yang akan mereka gunakan di turnamen sepak bola itu. Pasalnya, jersey itu menampilkan frasa 'Glory to the Heroes', seruan yang kerap diteriakkan dalam demonstrasi anti-Rusia di Kiev pada 2014.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpose dengan jersey timas Ukraina yang diprotes Rusia. (AFP/ Handout / UKRAINE PRESIDENTIAL PRESS SERVICE)

Selain itu, jersey itu juga mencakup gambar peta Ukraina yang menampilkan peta negara itu tapi mencakup Krimea, wilayah yang dicaplok Rusia pada 2014.

Dianggap terlalu politis, UEFA memerintahkan Ukraina untuk mengubah desain jersey itu.

Saat Ukraina mengajukan banding atas keputusan UEFA itu. Presiden Volodymyr Zelensky mengunggah foto di Instagram yang memperlihatkan dirinya memegang jersey yang disebutnya penuh dengan simbol yang mempersatukan rakyat Ukraina.

2. Dukungan klub Cile untuk Palestina

Sebuah peta juga membuat klub Cile, Deportivo Palestino, bermasalah. Klub asal Santiago, yang memiliki komunitas Palestina terbesar di luar Timur Tengah itu telah lama menggunakan warna bendera Palestina.

Klub Cile Deportivo Palestino mengganti angka satu di jersey mereka dengan peta Palestina sebelum terbentuknya Israel. (Facebook/Club Deportivo Palestino)

Namun, klub itu memancing kemarahan komunitas Yahudi Cile pada 2014 setelah menampilkan peta Palestina sebelum terbentuknya negaa Israel di jersey mereka.

Federasi Sepak Bola Cile melarang penggunaan jersey itu dan mendenda Deportivo Palestino sebesar US$1.300.

3, Tawuran Balkan

Laga kualifikasi Piala Eropa 2016 di Beograd antara Serbia dan Albania berujung rusuh setelah sebuah drone yang membawa membawa bendera bergambar peta Greater Albania terbang di atas lapangan.

Pemain Serbia Stefan Mitrovic membawa bendera Greater Albania dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2016 melawan Albania. (theguardian,com)

Laga pada 2014 itu harus dihentikan setelah pendukung Serbia menyerbu ke dalam lapangan dan memukuli para pemain Albania.

Insiden itu memicu krisis diplomasi setelah saudara Perdana Menteri Albania dituding berada di balik aksi penerbangan drone itu.

Hingga saat ini, pendukung Albania dilarang masuk ke dalam stadion di Serbia.

4. Bendera Armenia

Di laga Liga Europa 2019 di Luxembourg antara klub lokal Dudelange melawan klub Azerbaijan Qarabag sempat dihentikan selama 20 menit setelah sebuah drone yang membawa bendera Armenia terbang di atas lapangan.

Para pemain berusaha menurunkan bendera Armenia yang diterbangkan dalam laga Liga Europa. (bbc.com)

Armenia dan Azerbaijan telah berperang dia kali memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh sejak runtuhnya Uni Soviet.

Saat drone itu terbang di atas lingkaran tengah, para pemain Qarabag berusaha menjatuhkannya dengan menggunakan bola namun gagal. Beruntung mereka lebih akurat saat pertandingan sehingga bisa meraih kemenangan 3-0 atas Dudelange.

5. Kemerdekaan Catalan

Barcelona sejak lama mempertahankan identitas Catalan mereka. El Barca dianggap sebagai lawan seimbang bagi Real Madrid, klub kecintaan diktator Spanyol Jenderal Francisco Franco.

Pendukung Barcelona mengibarkan bendera Catalan di Camp Nou. (AFP/ LLUIS GENE)

Bendera Catalan raksasa, termasuk bendera gerakan kemerdekaan Estelada, kerap dikibarkan di Camp Nou meski akhirnya berujung denda bagi Barcelona.

Para pendukung Barcelona juga selalu meneriakkan dukungan bagi kemerdekaan Catalan setiap menit ke-17 laga du Camp Nou untuk mengenang tumbangnya Catalonia dalam Perang Spanyol pada 1714.

6. Jersey oranye

Juara Liga Skotlandia, yang secara tradisional didukung kelompok Kristen Protestan Glasgow, yang identik dengan warna oranye, dituding memicu semangat sektarian para pendukung mereka ketika merilis jersey warga oranye pada 2002.

Jersey ketiga Rangers yang berwarna oranye (rangernews.uk)

Meski akhirnya jersey itu ditarik, para pendukung Rangers keburu kepincut dengan jesey itu dan kerap mengenakannya secara beramai-ramai setiap menyaksikan laga derby Old Firm melawan Celtic, yang pendukung tradisionalnya adalah kelompok Katolik Glasgow. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT