10 June 2021, 14:32 WIB

Italia Lupakan Mimpi Buruk Piala Dunia 2018


Akmal Fauzi | Sepak Bola

TIM nasional Italia bertekad melupakan mimpi buruk Piala Dunia 2018 jelang laga pembuka Euro 2020 melawan Turki, Sabtu (12/6) dini hari WIB.

Era baru sepak bola di bawah asuhan Roberto Mancini membuat Gli Azzuri yakin mendulang hasil positif untuk menjadi jawara di Benua Biru.

Sejak menukangi Timnas Italia pada Mei 2018, mereka tak terkalahkan dalam 27 pertandingan.

Kekalahan terakhir Italia diderita dari Portugal 0-1 dalam gelaran UEFA Nations League 2018-2019 pada 10 September 2018 atau pada masa awal kepelatihannya.

Pada tahun 2021 ini, Italia berhasil menyapu bersih kemenangan dari lima laga yang dilakoni. Mereka juga selalu mencatat clean sheet alias tanpa kebobolan.

Bermain di kandang sendiri dan telah diperbolehkannya suporter berada di stadion, tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi skuad Azzurri di Euro tahun ini.

Ciro Immobile menjadi kunci permainan Italia. Ia bertekad mengubur mimpi buruk Piala Dunia 2018.

Penyerang berusia 31 tahun sempat menjadi sasaran kritik pendukung Italia setelah gagal mencetak gol di laga playoff Piala Dunia saat Azzurri kalah dari Swedia, November 2017 lalu.

Saat itu, saya sempat tidak mau bermain lagi. Rasa sedihnya sangat besar dan saya dihantui pikiran negatif," kenang Immobile.

Sejak saat itu, Roberto Mancini telah membangkitkan timnas Italia yang tidak terkalahkan di 27 laga.

Immobile juga berhasil memenangkan Sepatu Emas Eropa pada musim 2019-2020 setelah mencetak 36 gol di Serie A.

Dia juga mencetak 20 gol pada musim lalu saat Lazio finis di peringkat enam klasemen. Mantan pemain Borussia Dortmund dan Sevilla itu, Piala Eropa kali ini bisa jadi merupakan kesempatan terakhirnya untuk bersinar.

"Saya memiliki mental yang kuat. Saya secara teknis tidak terlalu hebat. Namun, saya memiliki kekuatan fisik, kegigihan, dan kelicikan," kata Immobile.

Sementara itu, Roberto Mancini tak mau mengecilkan lawannya itu, meski fakta memyatakan dalam enam laga terakhir timnya selalu meraih kemenangan.

"Turki adalah tim yang kuat, karena para pemainnya bagus secara teknis dan memiliki fisik yang kuat. Mereka telah meningkat pesat. Ini akan menjadi pertandingan yang sama melawan Swiss dan Wales. Grup ini cukup sulit. Anda tidak mungkin untuk menemukan tim yang lemah dalam kompetisi seperti ini," ucap Mancini.

Hasil impresif itu tentu menjadi catatan untuk Turki. "Azzurri bakal kembali ditonton fans. Mereka tim yang solid, kompak dan punya pemain hebat, dan mereka bisa terus maju. Namun, Turki juga bisa menciptakan masalah untuk setiap tim," kata mantan pelatih Turki, Fatih Terim.

Pelatih Turki, Enol Gunes menyebut jika hasil yang di dapatkan pada pertandingan pertama itu sangatlah penting, karena mampu mempengaruhi pada laga-laga selanjutnya.

"Imbang atau menang dapat menyebabkan keuntungan di grup. Saya harap begitu. Saya ingin melihat kekuatan kami di pertandingan pertama, bahkan jika kami kalah, itu penting untuk bermain dengan baik lagi pada laga berikutnya," ucap Enol.

Tahun 2021 ini, Turki sudah melakoni 6 pertandingan dan tak satupun yang berakhir dengan kekalahan. Mereka mengemas 4 kemenangan, dan 2 hasil imbang melawan Latvia dan Guinea.

Salah satu performa impresif Turki mereka tunjukkan pada bulan Maret lalu, saat memetik kemenangan atas Belanda dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Mereka menang dengan skor 4-2, di antaranya lewat hattrik yang dicetak Burak Yilmaz. Di samping itu Turki juga sempat membukukan kemenangan besar 3-0 atas Norwegia. (Mal/AFP/Footballitalia/OL-09).

BERITA TERKAIT