10 June 2021, 05:48 WIB

Southgate Dukung Keputusan Pemain Inggris untuk Berlutut


Lidya Tannia Bangguna | Sepak Bola

GARETH Southgate mengatakan bahwa para pemain timnas Inggris adalah panutan ketika perselisihan memanas terkait keputusan tim untuk berlutut di Piala Eropa 2020 sebagai dukungan untuk mengatasi ketidakadilan rasial.

Anak-anak asuhan Southgate dicemooh sebagian penonton di Stadion Riverside Middlesbrough ketika mereka berlutut sebelum pertandingan persahabatan melawan Austria dan Rumania, pekan lalu, meskipun ejekan itu ditenggelamkan oleh tepuk tangan.

Para pemain Liga Primer Inggris telah berlutut sebelum kick-off sejak George Floyd, seorang pria berkulit hitam, dibunuh seorang polisi kulit putih di Amerika Serikat (AS), tahun lalu.

Baca juga: Deschamps Harap Prancis Terus Konsisten

Namun, aksi itu ditentang oleh sejumlah orang.

Perdebatan tentang masalah ini telah memberikan gangguan yang tidak diinginkan dalam persiapan Inggris untuk pertandingan pembukaan mereka di Piala Eropa melawan Kroasia, 13 Juni mendatang.

Southgate, yang sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa timnya akan terus berlutut di Piala Eropa yang tertunda, mengatakan tim Inggris memiliki peran penting untuk dimainkan.

Menurut bos the Three Lions itu pemainnya memiliki dampak bagi masyarakat

"Para pemain kami adalah panutan," ujarnya. "Adalah tugas mereka untuk terus berinteraksi dengan publik tentang hal-hal seperti kesetaraan, inklusivitas dan ketidakadilan rasial, sambil menggunakan kekuatan suara mereka untuk membantu menempatkan perdebatan di atas meja, meningkatkan kesadaran dan mendidik.”

Sementara Southgate berusaha menanggapi hal ini dengan positif, pemain depan Inggris Raheem Sterling mengakui dia kecewa karena beberapa penggemar telah menyalahkan tim karena berlutut.

Luke Shaw termasuk di antara mereka yang dicemooh sebelum pertandingan melawan Rumania, tetapi bek kiri Inggris itu mengatakan tidak ada kemungkinan timnya akan menyerah pada para pencemooh.

“Kami telah berdiskusi tentang itu. Kami semua telah memilih apa yang ingin kami lakukan. Kami semua setuju bahwa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan untuk terus berlutut dan itu sesederhana itu,” kata Shaw.

"Kami akan terus melakukan itu dan kami percaya akan hal itu dan kami tidak akan berhenti," tegasnya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT