09 June 2021, 05:20 WIB

Brasil Disebut tidak akan Boikot Copa America


Ilham Ananditya | Sepak Bola

BRASIL akan bermain di ajang Copa America, lapor media dan surat kabar setempat, Senin (7/6) waktu setempat, untuk mengakhiri desas-desus mengenai kemungkinan memboikot turnamen yang akan diselenggarakan di 'Negeri Samba' itu di tengah krisis pandemi covid-19.

Para pemain Brasil dilaporkan tidak senang atas pengambilan keputusan di menit-menit akhir untuk menjadi tuan rumah kejuaraan Amerika Selatan itu setelah lonjakan kasus covid-19 yang memaksa penyelenggara untuk menarik turnamen dari Argentina.

Namun, alih-alih memboikot, mereka rencananya akan menyampaikan pendapat mereka dalam pernyataan, Selasa (8/6) malam waktu setempat, setelah kualifikasi Piala Dunia melawan Paraguay, menurut kutipan laporan situs olahraga grup media terkemuka Globo, globoesporte.com.

Baca juga: Dituding Lakukan Pelecehan, Presiden CBF Diskors

Penyelenggara telah berjuang menyelenggarakan Copa America, sebagai turnamen sepak bola internasional tertua di dunia, yang dijadwalkan mulai 13 Juni hingga 10 Juli.

Sebelumnya, Copa America akan digelar di Argentina dan Kolombia. Namun, hal itu batal setelah meroketnya kasus covid-19 di Argentina dan terjadinya kerusuhan antipemerintah di Kolombia.

Neymar bersama pelatih dan timnya dilaporkan terkejut oleh berita bahwa turnamen itu akan tetap diadakan di Brasil karena negara itu masih berkutat dengan pandemi, Brasil, saat ini, mencatatkan angka kematian tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS).

Pelatih Tite, Kamis (3/6), mengatakan para pemain telah meminta pertemuan terkait masalah ini dengan pejabat tinggi sepak bola Brasil, Rogerio Caboclo, Ketua Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF).

Laporan media mengatakan pertemuan itu penuh ketegangan. Namun, hal itu agak mereda setelah CBF, Minggu (6/6), mengumumkan bahwa Caboclo telah diskors selama 30 hari menyusul tuduhan pelecehan seksual terhadap seorang karyawan CBF.

Caboclo, 48, membantah melakukan hal itu. Keputusan tersebut secara efektif membuatnya absen dari persiapan Copa America.

Menjadi tuan rumah Copa America telah menjadi urusan yang dapat memecah belah dan sarat akan politik bagi Brasil.

Presiden Jair Bolsonaro secara teratur tidak mengindahkan saran ahli untuk fokus mengatasi pandemic tapi malah memberikan izin untuk menjadi tuan rumah turnamen tersebut.

Rumor bahwa Selecao akan memboikot Copa America membuat pendukung Bolsonaro menuding Pelatih Tite sebagai "Idealisme Paham Kiri" di media sosial.

Seorang jurnalis Globo melaporkan, Caboclo bahkan telah berjanji kepada Bolsonaro untuk memecat Tite dan menggantinya dengan pelatih yang lebih dekat dengan presiden.

Tite, yang menjabat sebagai pelatih Brasil sejak 2016, memiliki rekor sempurna di kualifikasi Piala Dunia saat ini, dengan lima kemenangan dalam lima pertandingan. (OL-1)

BERITA TERKAIT