31 May 2021, 16:42 WIB

Guardiola Terkena Kutukan Dukun Afrika?


Widhoroso | Sepak Bola

KEKALAHAN 0-1 Manchester City dari Chelsea di final Liga Champions, Minggu (30/5) dini hari mengingatkan banyak orang tentang komentar agen mantan pemain City, Yaya Toure tiga tahun lalu. Saat itu, Dmitri Seluk, sang agen, menyebut para dukun Afrika yang marah atas keputusan Guardiola mendepak Toure mengutuk sang pelatih tidak akan pernah lagi menjuarai Liga Champions.

Kekalahan dari Chelsea membuat sudah satu dekade Guardiola tidak bisa membawa tim asuhannya menjadi kampiun di Liga Champions. Terakhir pelatih asal Spanyol itu mengangkat trofi Si Kuping Besar, julukan trofi Liga Champions, bersama Barcelona pada 2011.

Catatan yang cukup disayangkan, mengingat Guardiola sebenarnya masih bergelimang trofi di kancah domestik ketika ia melatih Bayern Muenchen dan kini Manchester City.

Setelah kekalahan dari Chelsea, komentar Seluk pada 2018 kembali terangkat. Ia pernah mengklaim Guardiola telah membuat marah seluruh masyarakat Afrika usai menyingkirkan Toure dari skuad utama The Cityzens.

"Guardiola membuat seluruh masyarakat Afrika benci padanya, banyak fan Afrika pada akhirnya berpaling dari Manchester City," kata Seluk seperti dikutip The Guardian.

"Dan saya yakin banyak dukun Afrika tidak akan membiarkannya menjuarai Liga Champions. Ini akan menjadi kutukan dari Afrika bagi Guardiola. Jalannya hidup ini akan membuktikan apakah saya benar atau tidak," tambahnya.

Meski terdengar tidak masuk akal, namun Seluk tetap bersikukuh dengan pendapatnya tersebut. Sang agen memang terkesan sakit hati ketika Guardiola memutuskan untuk tidak mempertahankan Toure di Etihad Stadium.

"Fakta bahwa Guardiola mengakhiri karier Yaya di Manchester City bukanlah kesalahan, namun kejahatan. Anda masih akan mengetahui seperti apa dukun Afrika itu. Ingatlah ini selalu," kata Seluk.

Kekalahan dari Cheslea juga membuat Guardiola gagal menyamai rekor Carlo Ancelotti, Zinedine Zidane, dan Bob Paisley sebagai manajer yang mengoleksi tiga trofi Piala Eropa atau Liga Champions. (Goal/OL-15)

BERITA TERKAIT