05 May 2021, 08:47 WIB

Pochettino Enggan Cari Alasan PSG Tersingkir di Liga Champions


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

MAURICIO Pochettino tidak mau mencari-cari alasan seusai Paris Saint Germain (PSG) disingkirkan Manchester City dari ajang Liga Champions.

Kekalahan 1-2 yang ditelan PSG di laga leg pertama, diperburuk oleh City yang menang 2-0 dalam laga leg kedua di Etihad, Manchester, Inggris, Rabu (5/5) dini hari WIB.

Di laga leg kedua, PSG tidak diperkuat salah satu bintangnya, Kylian Mbappe, yang pekan lalu mengalami cedera betis dan sepanjang laga hanya menghangatkan bangku cadangan, menyaksikan perjuangan rekan-rekannya terhenti di tangan City.

Baca juga: Verratti Akui Kartu Merah Runtuhkan Kepercayaan Diri PSG

"Itu tidak bisa menjadi alasan. Kami sebuah tim. Tentu disayangkan ia tidak bisa membantu tim, tapi itu jelas bukan alasan," kata Pochettino selepas laga dilansir laman resmi UEFA.

"Kami tidak bisa menggunakan itu sebagai alasan, karena nyatanya performa tim juga bagus," tambahnya.

PSG memang relatif mendominasi penguasaan bola dengan memiliki lebih dari 55% sepanjang laga.

Namun, dominasi itu seperti pisau tumpul sebab dari 14 percobaan tembakan tidak satu pun mengarah tepat sasaran, kecuali sundulan Marquinhos yang membentur mistar gawang.

Dominasi PSG kerap membuat mereka bermain terlalu menekan ke depan dan dua kali situasi itu berujung serangan balik City yang mampu diakhiri dengan klinis oleh Riyad Mahrez menjadi dua gol kemenangan di Etihad.

"Terkadang dalam sepak bola Anda membutuhkan secercah keberuntungan di momen tertentu pertandingan," ujar Pochettino.

"Pada akhirnya, mereka tampil klinis. Mereka mencetak gol dari situasi-situasi di mana kami terlalu menekan tinggi dan kecolongan bola panjang," lanjutnya.

Di sisi lain, Pochettino sedikit menyoroti fakta bahwa dalam dua leg semifinal timnya harus menerima selalu menerima kartu merah, yang jelas
menjadi keuntungan besar bagi City.

Di laga leg pertama, PSG harus kehilangan Idrissa Gueye ketika City sudah unggul 2-1 dan di Etihad hal serupa terjadi kepada Angel Di Maria yang di kartu merah saat tuan rumah sudah unggul 2-0.

"Dalam 180 menit, untuk 40 atau 45 menit kami harus tampil dengan 10 pemain. Itu jelas keuntungan besar," katanya.

"Itulah sepak bola, tapi kami terus berusaha dan selalu punya peluang. Hanya saja, malam ini ataupun malam sepekan lalu di Paris memang bukan malamnya kami," tutup Pochettino. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT