19 April 2021, 19:39 WIB

MU, Arsenal dan Chelsea Kompak Keluar dari ECA


Dero Iqbal Mahendra | Sepak Bola

BUNTUT dari keikutsertaan Big Six Liga Premier Inggris di Liga Super Eropa (European Super League) bersama sejumlah klub pendiri lain, membuat Manchester United, Arsenal dan Chelsea keluar dari keanggotaan Asosiasi Klub Eropa (European Club Association/ECA).

Bahkan, Wakil Ketua Eksekutif United Ed Woodward ditunjuk sebagai anggota Dewan Strategi Sepak Bola Profesional UEFA dan perwakilan ECA pada September 2017, kini menyatakan mundur dari jabatannya. Keputusan Woodward muncul setelah klub menyatakan partisipasi dalam Liga Super Eropa.

Baca juga: 12 Klub Luncurkan Liga Super Eropa

Dengan bergabungnya klub besar Eropa dalam Liga Super Eropa, tentu mereka harus keluar dari keanggotaan ECA. Serupa dengan Woodward, CEO Arsenal Vinai Venkatesham juga mundur dari jabatannya dalam jajaran direksi ECA. Hal ini mengindikasikan bahwa sejumlah klub besar serius dalam menggagas Liga Super Eropa.

Melalui pernyataan resmi, pihak Liga Super Eropa menyatakan ada 12 klub yang sepakat untuk bergabung dalam kompetisi tersebut. Itu mencakup enam raksasa Liga Primer Inggris, yakni Manchester City, Manchester United, Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur dan Arsenal.

Kemudian, tiga wakil Liga Italia, yakni Juventus, Inter Milan dan AC milan. Serta, wakil Liga Spanyol, yakni Real madrid, Barcelona dan Atletico Madrid. Adapun perwakilan dari Liga Prancis dan Liga Jerman menolak untuk bergabung. Sehingga, tidak ada Bayern Munich, Borussia Dortmund, atau Paris Saint-Germain. 

Baca juga: Juventus tidak Yakin Liga Super Eropa Bisa Terwujud

Liga Super Eropa rencananya akan diikuti oleh 20 tim. Saat ini, 12 klub akan menjadi klub pendiri dan masih menunggu keikutsertaan tiga klub lagi. Dengan begitu, kompetisi akan terdiri dari 15 klub pendiri. Sisanya, akan dipilih berdasarkan performa klub di kompetisi domestik Eropa pada musim sebelumnya.

Namun, karena laga Liga Super Eropa akan bermain di tengah pekan, tentu klub yang berpartisipasi otomatis akan meninggalkan Liga Champions Eropa. Di lain sisi, rencana ini langsung mendapat kecaman dari berbagai organisasi, seperti UEFA yang sangat keras menanggapi.(Sky Sport/Goal/OL-11)

 

BERITA TERKAIT