24 March 2021, 11:19 WIB

Pemain Norwegia Siapkan Gestur Dukungan untuk Pekerja Migran Qatar


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

PENYERANG Norwegia Erling Braut Haaland dan rekan-rekannya di timnas telah menyiapkan gestur khusus sebagai bentuk dukungan bagi para pekerja migran di Qatar menjelang laga pertama mereka di babak kualifikasi Piala Dunia. Hal itu dikatakan pelatih timnas Norwegia Staale Solbakken, Selasa (23/3).

Negara Skandinavia itu akan berhadapan dengan Gibraltar, Kamis (25/3) dini hari WIB, di Marbella, Spanyol, untuk memperebutkan tiket ke Piala Dunia 2022 yang menjadi sorotan karena maraknya pelanggaran HAM di Qatar.

Skuat Norwefia berencana menggunakan laga itu sebagai kesempatan mengekspresikan kemuakan mereka atas catatan HAM Qatar.

Baca juga: Belanda Soroti Isu Pekerja Migran Qatar

"Kami tengah menyiapkan sesuatu yang konkret," ujar Solbakken tanpa memberikan penjelasan mendetail.

"Kami ingin memberikan tekanan kepada FIFA agar lebih tegas terhadap pemerintah Qatar," imbuhnya.

Martin Odegaard, yang belum lama ini dipromosikan menjadi kapten timnas Norwegia, mengaku seluruh pemain Norwegia ingin membuat pernyataan.

"Saya merasa kami sangat tertarik dengan hal ini, peduli dengan ini, dan ingin melakukan sesuatu," ujar penyerang yang tengah dipinjam Arsenal dari Real Madrid.

Sejumlah klub Norwegia telah menyerukan boikot terhadap Piala Dunia 2022 setelah surat kabar Inggris, The Guardian, mengungkapkan bahwa lebih dari 6.500 orang pekerja migran telah meninggal dunia di Qatar sejak mereka memenangkan jatah menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2010 lalu.

Federasi Sepak Bola Norwegia akan membahas masalah itu dalam pertemuan dengan Kongres pada Juni mendatang.

Dalam jajak pendapat yang diterbitkan surat kabar Verdens Gang, Senin (22/3), sebanyak 55% warga Norwegia merasa negaranya seharusnya memboikot Piala Dunia 2022 sementara hanya 20% yang menolak hal itu.

Norwegia terakhir kali lolos ke kejuaraan akbar pada Piala Eropa 2020 dan berada di Grup G kualifikasi Piala Dunia bersama Belanda, Turki, Montenegro, Latvia, dan Gibraltar. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT