08 March 2021, 11:12 WIB

Magis Machester City Rontok di Tangan Setan Merah


Dero Iqbal Mahendra | Sepak Bola

TIM Manchester City dalam beberapa pekan terakhir memang menunjukkan performa magis dengan 21 kemenangan beruntun di ajang Liga Premier Inggris, meski di awal musim terdampar di papan tengah.

Namun sihir dari Manajer Manchester City Pep Guardiola seolah tumpul di hadapan pelatih Manchester United Ole Gunear Solskjaer

Maestro taktik asal Catalan tersebut dibuat tak berkutik saat menghadapi United yang notabene memiliki pekan yang kurang baik dengan tiga hasil imbang beruntun di semua ajang dalam tiga pertandingan terakhirnya. Manchester City secara mengejutkan di pukul United 2-0 dalam lga Derby Manchester tersebut.

Meski mengalami periode naik turun, Solskjaer tahu betul bagaimana memenangi derby Manchester.

Ia merupakan satu satunya manajer yang mampu menang lebih banyak dari Guardiola dengan empat kali menang dan tiga kali kalah secara head to head pertemuan keduanya. Selain itu Solskjaer juga menjadi yang pertama memenangkan tiga laga tandang di derby Manchester.

City memang tidak mampu membuka pertandingan dengan baik, dengan petaka pertama mereka terjadi sejak 35 detik sejak pertandingan di mulai. Anthony Martial yang masuk ke area penalti dijatuhkan oleh Gabriel Jesus, Bruno Fernandes yang maju sebagai eksekutor melaksanakan tugasnya dengan baik.

City yang terkejut kesulitan untuk merespons United dengan banyak melakukan kesalahan operan. Baru setelah 20 menit City mendapatkan ritme mereka kembali dan berusaha menekan United , namun barisan belakang United tampil solid meski tidak di jaga oleh penjaga gawang kedua Dean Henderson.

Memulai babak kedua City kembali kecolongan oleh aksi Luke Shaw yang menggiring bola dari tengah lapangan dan melepaskan tembakan datar terarah setelah menerima kembali operan dari Rashford.

Guardiola pun menyatakan ucapan selamatnya kepada rival sekola mereka yang memenangkan pertandingan dan menyebut lawannya layak menang di pertandingan tersebut.

“Ini merupakan pertandingan fantastis. United membuat pressing yang sangat ketat dan mereka sangat cepat dalam serangan balik. Kami bermain baik. Sayangnya kami tidak mampu tenang di depan gawang, jadi selamat bagi United,” ujar Guardiola usai pertandingan sebagaimana dilansir Sky Sport, Senin (8/3).

Guardiola pun menyebutkan dirinya tidak ingin larut dalam kekalahan ini. Menurutnya timnya masih memiliki 30 poin yang dapat diperebutkan untuk menjadi juara.

“Masih ada sekitar 10 pertandingan dan kami masih membutuhkan 6 kemenangan untuk menjadi juara, jadi kami hanya harus kembali menang, itulah sepak bola, terkadang hal seperti pertandingan ini terjadi,” ujar Guardiola.

Dalam kesempatan yang sama juru taktik United, Solskjaer, mengungkapkn timnya bermain dengan luar biasa dan ia sangat senang dengan kemenangan timnya.

“Ketika anda mendapatkan kemenangan 2-0, kembali tidak kebobolan dan dengan performa seperti ini, tentu kami sangat senang. Gol pertama mendikte pertandingan,” ujar Solskjaer.

Ia pun menilai setelah gol pertama timnya bermain layaknya sudah memenangkan pertandingan sehingga City mampu menekan. Namun di babak kedua timnya mampu menguasai bola lebih banyak dan gol kedua dari Shaw sangat fantastis.

“Setiap pertandingan itu berbeda, namun kami kembali untuk menjadi tim yang kami inginkan. Kami lebih lugas, tegas dengan pola serangan yang positif dan kami mainkan.

Bagi Uniited kemenangan ini menjadi model bagus untuk laga Liga Eropa dengan mereka menjamu AC Milan, sebelum nantinya akan menghadapi West Ham. Sedangkan City akan menghadapi Southampton di tengah pekan ini. (Dro/Goal/Skysports/OL-09)

BERITA TERKAIT