06 March 2021, 05:00 WIB

Antara Gengsi dan Harapan


Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola

PEKAN ini merupakan pekan yang istimewa di kompetisi sepak bola Eropa. Tiga kompetisi, Liga Primer, Bundesliga, dan La Liga, memainkan tiga pertandingan besar. Pertandingan yang bukan hanya penuh emosi, tetapi juga pertarungan sarat gengsi dan sekaligus harapan.

Di Liga Inggris, dua klub bertetangga di Manchester akan bertemu. City mendapatkan giliran menjamu United di Stadion Etihad, Minggu malam. Di Spanyol, dua raksasa Madrid juga akan berhadapan. Atletico akan menjamu Real untuk menentukan siapa yang akan menjadi juara di La Liga. Adapun di Jerman, Borussia Dortmund mencoba menjaga gengsinya saat bertandang ke tempat juara bertahan, Bayern Muenchen.

Kegagalan ‘Setan Merah’ untuk meraih angka penuh saat bertandang ke Selhurst Park Rabu malam membuat semakin jauh harapan Ole Gunnar Solksjaer untuk mengembalikan kebesaran Manchester United. Dengan tinggal 11 pertandingan tersisa, hanya keajaiban yang bisa membuat mereka bisa ke tangga juara. United tertinggal 14 poin dari City yang selalu meraih angka penuh dalam 21 pertandingan terakhir di semua kompetisi yang mereka ikuti.

Manchester United tidak perlu memikirkan dulu juara. Sekarang yang harus dipikirkan, apakah mereka mampu menjadi klub pertama yang bisa menghentikan kedigdayaan Manchester City.

Tim asuhan Josep Guardiola sempat terseok di awal kompetisi sehingga banyak pengamat memperkirakan musim kompetisi kali ini akan menjadi musim yang seru karena setiap pekan pemimpin klasemen selalu berganti. Namun, di luar dugaan, Manchester City kemudian menjelma menjadi kekuatan yang luar biasa sehingga mampu mengumpulkan 45 poin penuh dalam 15 pertandingan Liga Primer terakhir.

Pep Guardiola menunjukkan kehebatannya dalam meramu tim. Ia memilih bermain dengan tiga penyerang apabila menghadapi tim yang dianggap lemah. Namun, ketika menghadapi tim yang berat, pelatih asal Spanyol itu memainkan taktik dengan menempatkan false nine.

Dengan tidak menempatkan penyerang murni, Manchester City menjadi sulit untuk ditebak. Bisa penyerang sayap Raheem Sterling yang tiba-tiba menjadi ujung tombak, tetapi bisa Ilkay Gundogan yang muncul sebagai penyerang di depan.

Pola inilah yang membuat tim asuhan Pep Guardiola memecundangi juara bertahan Liverpool 4-1. Center-back lawan tidak pernah menduga ketika tiba-tiba muncul penyerang lawan di antara mereka.

Bukan mustahil taktik ini yang diterapkan Manchester City dalam menjamu 'musuh besarnya' Setan Merah nanti. Dengan Kevin de Bruyne yang sudah tampil penuh, mereka mempunyai kemampuan untuk mengejutkan lawan.

Dengan menempatkan Bernardo Silva atau Phil Foden memperkuat lapangan tengah, Manchester City akan bisa lebih dominan untuk menguasai permainan. Silva, Gundogan, dan De Bruyne bisa fokus untuk menopang serangan, sedangkan Rodrigo Hernandez membantu mengawal pertahanan.

Sterling dan Riyad Mahrez tetap beraksi dari sayap untuk membuat daerah jantung pertahanan terbuka. Saat itulah Silva, Gundogan, atau De Bruyne masuk memanfaatkan peluang di depan gawang Manchester United. Kalaupun butuh penyerang murni, Pep Guardiola sekarang mempunyai dua pilihan yaitu Sergio Aguero atau Gabriel Jesus.

 

Tanpa De Gea

Pekerjaan berat dihadapi para pemain belakang Manchester United. Apalagi mereka kemungkinan harus kehilangan lagi kiper utama David de Gea yang sedang menghadapi persoalan pribadi. Kiper muda Dean Henderson mendapat kesempatan pertama untuk menghadapi para penyerang Manchester City.

Kapten kesebelasan Harry Maguire harus benar-benar tampil dengan kemampuan terbaik untuk membantu Henderson menyelamatkan gawangnya. Pilihan terbaik tetap menempatkan Viktor Lindelof untuk mendampingi Maguire menjaga jantung pertahanan. Kalau Lindelof belum pulih dengan cedera punggung, Eric Bailly yang akan mengisi posisinya.

Setan Merah kemungkinan besar akan memancing tetangganya untuk terus menekan dan kemudian melancarkan serangan balik yang cepat. Solskjaer membutuhkan dua gelandang muda Fred dan Scott McTominay agar membuat gelandang tuan rumah tidak mendominasi permainan.

Apabila barisan belakang mampu bertahan dan membuat para pemain Manchester City frustrasi, tinggal kemudian mengandalkan kecepatan Marcus Rashford dan David James untuk mengoyak pertahanan tuan rumah. Dengan Joao Cancelo dan Kyle Walker yang menjaga daerah sayap memang tidak mudah juga bagi penyerang Setan Merah untuk menembusnya.

Belum lagi Manchester City memiliki dua center-back Ruben Dias dan John Stones yang sangat solid dan sulit untuk ditembus. Inilah yang membuat Kiper Ederson Moraes lebih percaya diri untuk mengamankan gawangnya.

Kecerdikan playmaker Bruno Fernandes menjadi kunci bagi 'Setan Merah' untuk bisa memberikan kejutan. Tinggal ditunggu sejauh mana ujung tombak Anthony Martial bisa menemukan kembali permainan terbaiknya. Penyerang asal Prancis ini semakin tumpul sehingga sering kali harus diganti pemain kawakan Edinson Cavani.

 

Der Klassiker

Sabtu malam ini Bundesliga akan menyajikan der klassiker antara Bayern melawan Dortmund. Bayern yang musim lalu sukses menyamai prestasi Barcelona untuk merebut enam gelar pada satu musim, mencoba merebut gelar Bundesliga untuk kesembilan kalinya berturut-turut.

Pelatih Hansi Flick berada dalam optimisme yang tinggi untuk menjamu Dortmund di Allianz Arena karena tim asuhan mempunyai istirahat hampir lima hari. Tantangan terberat yang dihadapi tinggal memilih siapa penyerang yang akan ia bangku cadangkan.

Dengan Kingsley Coman yang kukuh sebagai penyerang di sayap kiri, tinggal siapa yang akan dipilih antara Serge Gnabry dan Leroy Sane untuk mendampingi di kanan. Bayern memiliki tiga penyerang andal untuk memasok bola bagi ‘mesin gol’ Robert Lewandowski.

Sebagai second striker, pemain kawakan Thomas Mueller siap untuk kembali tampil. Namun, Bayern sudah mendapatkan pemain pengganti, Jamal Musiala yang semakin matang untuk menjadi ujung tombak kedua.

Tugas Dortmund memang lebih menghambat langkah Bayern ke tangga juara. Tim “Kuning-Hitam” belum bisa bangkit dari keterpurukan dan masih bercokol di peringkat enam. Namun, Dortmund tidak boleh menyerah karena pertandingan malam ini merupakan pertarungan penuh gengsi.

Apalagi Dortmund tidak kalah kelas dari Bayern. Mereka juga bertaburan bintang. Dortmund bukan hanya memiliki pemain kawakan Mats Hummel di belakang. Ada pemain muda asal AS, Giovanni Reyna, kapten kesebelasan Marco Reus, dan dua penyerang andalan Jadon Sancho dan Erling Haaland.

Sama dengan Real Madrid yang besok malam akan bertandang ke tempat Atletico Madrid. Mereka memiliki trio yang sangat diandalkan di lapangan tengah, yakni Toni Kroos, Casemiro, dan Luca Modric. Namun, mereka bisa kehilangan ketajaman ketika melawan klub papan tengah. Pelatih Zinedine Zidane sangat berharap malam ini Karim Benzema bisa turun bermain sehingga Real Madrid bisa mengejar ketinggalan lima poin dari Atletico Madrid yang berada di puncak klasemen juara.

Kita tunggu saja apakah musim kompetisi kali ini akan masih berjalan seru hingga Mei mendatang. Ataukah juara di tiga ajang kompetisi sudah bisa ketahui pada April mendatang.

BERITA TERKAIT