16 January 2021, 09:43 WIB

Pemain Liga Primer Inggris Diminta tidak Rayakan Gol


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

SELEBRASI para pemain Liga Primer Inggris usai mencetak gol menjadi sorotan saat mereka diingatkan untuk menjadi teladan selama pandemi covid-19.

Ketika sepak bola bergulir kembali di Inggris, Juni lalu, setelah dihentikan karena covid-19, sejumlah aturan keras diterapkan untuk mencegah penyebaran virus korona.

Kini, para pesepak bola diminta mengerem selebrasi mereka saat Inggris memasuki lockdown ketiga untuk menekan angka penyebaran covid-19 yang meroket di negara itu.

Baca juga: Fernandes Ejek Klopp Soal Penalti MU

Julian Knight, ketua Komite Digital, Budaya, Media, dan Olahraga DPR Inggris menuding selebrasi gol adalah aksi tidak berotak yang memberi pesan buruk di tengah pandemi.

Bahkan, Wakil Ketua Badan Medis Inggris Jonathan Van-Tam meminta para pesepak bola tidak berpelukan saat merayakan gol.

Kematian akibat covid-19 di Inggris, saat ini, adalah lebih dari 87 ribu, terburuk di Eropa.

Pekan lalu, Liga Primer Inggris merilis aturan baru, salah satunya meminta para pemain tidak melakukan tos dan jabat tangan setelah mencetak gol.

Eksekutif Kepala Liga Primer Inggris Richard Masters mengatakan Liga Primer Inggris harus memberi contoh yang tepat.

Adapun Eksekutif Kepala Liga Inggris Trevor Birch menyebut sepak bola akan mendapatkan tekanan dari pemerintah jika pemain tidak mematuhi aturan.

Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa mudah bagi pemain untuk mengubah kebiasaan melakukan selebrasi usai mencetak gol?

Para pemain Manchester City berpelukan usai Phil Foden mencetak gol dalam laga melawan Brighton. Begitu juga pemain Fulham saat mereka berhasil menyamakan kedudukan dalam laga melawan Tottenham Hotspur.

Manajer Manchester City Pep Guardiola, JUmat (15/1), memperingatkan untuk tidak menjadikan selebrasi gol para pemain sebagai kambing hitam.

"Sejujurnya, seluruh klub, pelatih, dokter, dan pemain, berusaha mematuhi aturan dan protokol kesehatan karena kami tahu betapa beratnya situasi di Inggris," ujar Guardiola.

"Banyak orang meninggal setiap hari. Banyak orang terinfesi setiap harinya."

"Namun, harus diingat, situasi di Inggris tidak terjadi karena para pemain sepak bola. Jadi, jangan salahkan para pemain. Hal ini terjadi karena pandemi yang melanda dunia," tegasnya. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT