15 January 2021, 00:45 WIB

Keberanian Puig Selamatkan Barca


Akmal Fauzi | Sepak Bola

BARCELONA lolos ke final Piala Super Spanyol setelah mengalahkan Real Sociedad di babak empat besar lewat adu penalti di Estadio de La Cartuja, kemarin WIB.

Pertandingan harus dilanjutkan di kotak penalti setelah skor di babak reguler hanya berakhir dengan skor 1-1. Riqui Puig yang menjadi penendang kelima menentukan kemenangan Blaugrana yang menang 3-2.

Puig pun menjadi sosok yang dipuji pelatih Barca Ronald Koeman. Menurut Koeman, Puig mengajukan diri untuk menjadi penendang terakhir. Saat itu, Koeman mengaku baru menunjuk empat pemain lalu Puig datang dan meminta untuk jadi penendang kelima.

“Saya punya empat nama (pemain yang akan mengambil tendangan penalti) pada lembar kertas di tangan saya. Saya bertanya siapa yang ingin mengambil yang kelima dan Riqui berkata ‘Saya yang akan mengambilnya’,” kata Koeman yang mengaku terkesan dengan keberanian pemain jebolan akademi La Masia itu. “Dia (Puig) melakukannya dengan sangat baik. Dia begitu percaya diri dan berhasil membuktikannya kepada kami,” ujarnya.

Namun, pelatih 57 tahun itu juga tak lupa memberikan pujian atas penampilan seluruh skuadnya. Apalagi lawan terbilang tangguh karena bisa menahan skor tetap 1-1 hingga 90 menit berakhir. “Mereka (Real Sociedad) bermain sangat baik. Namun, para pemain kami juga menunjukkan permainan yang luar biasa,” jelasnya.

Di sisi lain, Koeman berharap Lionel Messi bisa pulih dari cedera saat bermain di babak final yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (17/1). 

Messi tidak ada dalam daftar pemain yang diturunkan Koeman saat menang lewat adu tendangan penalti melawan Sociedad. Kapten timnas Argentina itu mengalami cedera ketika Barcelona menang 4-0 melawan Granada akhir pekan lalu.

Koeman belum mendapat informasi lebih jauh tentang kondisi sang kapten. “Saya tidak tahu apakah ia bisa bermain atau tidak di fi nal. Kami masih harus menunggu,” kata Koeman.

Di Italia, Juventus membutuhkan waktu 120 menit untuk menyingkirkan Genoa dari Coppa Italia, kemarin. Pelatih Juventus Andrea Pirlo mengkritik permainan anak asuhnya di laga babak 16 besar itu meski menang 3-2. “Kami membuat diri kami dalam kesulitan. Pada babak pertama kami bermain baik. Kemudian, fokus kami menjadi kacau dan laga menjadi sulit,” kata Pirlo.

Pirlo menjelaskan, seharusnya pertandingan itu bisa dirampungkan Juventus dalam 90 menit jika timnya bisa mengendalikan situasi dengan baik. “Sayang sekali, karena kami telah melakukan apa yang kami butuhkan dan seharusnya mengendalikan situasi dengan lebih baik,” kata Pirlo.


Kembali frustrasi

Manajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho frustrasi atas hasil imbang 1-1 melawan Fulham dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris, kemarin. Mourinho menyebut pemainnya melakukan kesalahan berulang.

Spurs mampu mencetak gol lebih dulu pada menit ke-25 melalui Harry Kane. Namun, Fulham berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-74 lewat Ivan Cavailero.

“Hasil yang buruk. Bukan performa yang bagus, tapi cukup untuk menang karena pada babak pertama, kami memiliki peluang besar untuk menang,” kata Mourinho.

Mourinho mengeluhkan kesalahan individu sejak awal musim ini karena pemainnya kerap menyia-nyiakan keunggulan dan membuang banyak peluang. (Marca/Footballitalia/Talksport/R-3)

BERITA TERKAIT