12 January 2021, 23:22 WIB

Pelatih PSIS Gusar Soal Ketidakjelasan Kompetisi


Widhoroso | Sepak Bola

MASA depan kompetisi Indonesia yang suram membuat pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic, muak. Ia sama sekali tak habis pikir kondisi tersebut bisa terjadi.

Sampai sekarang rencana PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), melangsungkan Liga 1 pada Februari mendatang masih gelap. Kepolisian Republik Indonesia belum memberikan izin. Izin dari Polri merupakan syarat utama yang mesti didapatkan.

"Saya tidak tahu harus bekata apa? Tidak bisa dipercaya. Satu-satunya negara tanpa kompetisi di dunia adalah Indonesia," ungkap Djukanovic dalam unggahan foto di akun Instagram miliknya.

Pria berusia 51 tahun tersebut menyatakan belum berakhirnya pandemi Covid-19  bukan menjadi penghalang untuk menggelar Liga 1. Terbukti, negara lain masih bisa melaksanakan kompetisi.

"Mereka selalu berbohong! Sebagian besar negara memiliki masalah virus corona yang lebih besar seperti di Eropa, Amerika Selatan, India tetapi mereka bermain, jadi apa sebenarnya masalah di Indonesia," ucap sosok berpaspor Montenegro tersebut.

"Sekarang kita semua berada dalam masalah besar. Sepakbola berhenti hampir satu tahun! Ini bencana besar," mantan juru formasi Borneo FC tersebut menambahkan.

Liga 1 sempat berjalan selama tiga pekan. Akan tetapi, PSSI memutuskan menghentikannya pada pertengahan Maret tahun lalu, karena pandemi Covid-19.

Sebelum Liga 1 berhenti, PSIS tampil dengan performa lumayan baik. Hari Nur Yulianto dan kawan-kawan mampu meraih dua kemenangan atas Persela Lamongan dan Arema FC, serta dikalahkan Persipura Jayapura.

Alhasil, untuk sementara PSIS menempati posisi lima klasemen. Kesebelasan berjulukan Mahesa Jenar tersebut tertinggal tiga poin dari Persib Bandung yang berada di pucuk dengan mengumpulkan sembilan angka.

Skuad PSIS sudah menghentikan aktivitas latihan bersama sejak beberapa bulan lalu. Para pemain diperintahkan berlatih mandiri untuk menjaga kondisinya di kediaman masing-masing.

PT LIB bakal menggelar rapat secara virtual dengan pemilik klub pada pertengahan bulan ini. Agenda tersebut untuk membicarakan nasib kompetisi. (Goal/R-1)

BERITA TERKAIT