06 January 2021, 10:21 WIB

Pemimpin Skotlandia Pertanyakan Perjalanan Celtic ke Dubai


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

MENTERI Utara Skotlandia Nicola Sturgeon mempertanyatakan keputusan Celtic untuk menggelar pemusatan latihan tengah musim di Dubai saat negara itu memberlakukan pembatasan ketat covid-19.

Celtic, Senin (4/1), bersikeras mereka telah mendapatkan izin dari pemerintah untuk melakukan perjalanan itu.

Namun, Sturgeon mengatakan izin itu dikeluarkan pada November, sebelum aturan ketat covid-19 diberlakukan.

"Aturannya, kemungkinan harus diubah seiring pandemi ini, atlet elite bisa melakukan perjalanan ke luar negeri jika penting, misalnya melakukan pemusatan latihan," ujar Sturgeon, Selasa (5/1).

Baca juga: Liga Primer Inggris Temukan 40 Kasus Covid-19

"Saya melihat pernyataan dari klub bahwa perjalanan ke Dubai ini lebih semacam liburan ketimbang latihan."

"Saya juga melihat foto yang menimbulkan perntanyaan mengenai apakah aturan bahwa atlet elite harus berada dalam gelembung telah dipatuhi," imbuhnya.

Sturgeon kemudian mengingatkan bahwa atlet elite berada dalam posisi diuntungkan dan mereka tidak boleh menyalahgunakan keuntungan yang mereka peroleh itu.

Celtic, Senin (4/1) sore, mengunggah serangkaian cicitan yang menegaskan mereka tidak melanggar aturan.

"Pemusatan latihan ini disiapkan beberapa bulan sebelumnya dan telah disetujui oleh otoritas sepak bola dan pemerintah Skotlandia pada 12 November 2020," cicit Celtic.

"Jika kami tidak mendapatkan izin dari pemerintah Skotlandia, kami tidak akan pergi," imbuh juara Liga Skotlandia itu.

Celtic juga mendapatkan kecaman dari pendukung mereka sendiri karena perjalanan ke Dubai itu digelar setelah Celtic menyerah 1-0 dari klub rival Rangers, Sabtu (2/1) yang membuat the Hoops tertinggal 19 poin dari sesama klub asal Glasgow itu. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT