26 November 2020, 03:28 WIB

Maradona versus Pele. Siapa yang Terbaik Sepanjang Sejarah?


Widhoroso | Sepak Bola

SIAPA persepakbola terbaik di dunia sepanjang sejarah? Saat ini, nama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mungkin jadi kandidat.

Namun, di kancah Piala Dunia, turnamen sepak bola tertinggi sejagat, Messi dan Ronaldo belum pernah menorehkan prestasi terbaik. Keduanya masih jkalah dibanding pencapaian Diego Maradona serta Edson Arantes do Nascimento alias Pele.

Maradona, yang meninggal pada usia 60 tahun, Rabu (25/11) dan Pele disebut sebagai pesepakbola terbaik sepanjang sejarah. Namun, siapa yang terbaik diantara mereka hingga kini masih jadi kontroversi.

Berikut perbandingan Maradona dan Pele sepanjang keduanya aktif sebagai pemain:

- Piala Dunia

Sepanjang sejarah, Maradona baru sekali membawa Argentina menjadi juara yaitu pada Piala Dunia 1986. Sedangkan Pele tiga kali membawa Brasil juara pada 1958, 1962, dan 1970, rekor yang hingga kini belum mampi dipecahkan pesepakbola manapun.

Pele pertama kali tampil di Piala Dunia Swedia 1958 saat masih berumur 17 tahun. Ia mencetak enam gol, dua diantaranya di laga final.

Maradona tampil pertama kali pada Piala Dunia 1982 namun baru mampu membawa Argentina menjadi juara pada Piala Dunia 1986. Pada Piala Dunia 1986 yang berlangsung di Meksiko, nama Maradona dikenal dengan gol Tangan Tuhan saat mengalahkan Inggris 2-1 di babak perempat final.
   
- Kostum bernomor 10

Keduanya identik dengan kostum bernomor punggung 10. Pele menggunakannya pada 1956 hingga 1977 dan Maradona pada 1976-1997.

Pele dikenal sebagai pemain dengan peran sebagai penyerang lubang yang berdiri di belakang striker. Sepanjang kariernya, Pele telah bermain dalam 1.363 laga dan mencetak 1.281 bersama klub Santos dan New York Cosmos, serta timnas Brasil. Di timnas Brasil, Pele mencetak 77 gol.

Sedangkan Maradona bermain lebih bebas dengan berposisi sebagai playmaker. Dari 692 laga yang dimainkan sepanjang kariernya, Maradona mencetak 345 gol.

- Pemberontak dan panutan

Pele digambarkan sebagai pemain yang bersih, bebas dari skandal, dihormati, sportif selama membela Santos (1956-1974) dan New York Cosmos (1975-1977) dan timnas Brasil.

Hal berbeda disematkan kepada Maradona. Pemain yang pernah membela enam klub sepanjang kariernya itu, mendapat kartu merah pada Piala Dunia 1982, mencetak gol dengan tangannya saat melawan Inggris di Piala Dunia 1986 dan dikirim pulang dengan memalukan dari Piala Dunia 1994 setelah gagal dalam tes narkoba. Dia juga menderita kecanduan kokain.

- Persaingan Argentina dan Brasil

Sebagai cerminan dari persaingan sengit yang antara Argentina dan Brasil, Pele dan Maradona menyatakan diri sebagai pemain terhebat sepanjang masa.

Pele memiliki museum yang didedikasikan untuk namanya dan menyebut Maradona tidak bisa menjadi teladan bagi anak muda karena masalah narkoba.

Pada Piala Dunia 2014, Maradona menggunakan lagu klasik Creedence Clearwater Revival berjudul "Bad Moon Rising" untuk mengejek Brasil yang kalah telak 1-7 dari Jerman di babak semifinal. (AFP/R-1)

BERITA TERKAIT