02 December 2018, 20:30 WIB

Pemain Sriwijaya FC Mengaku Ditawari Pengaturan Skor


Dwi Apriani | Sepak Bola

PENGATURAN skor pada Liga I 2018 juga sempat ditawarkan oleh orang tak dikenal kepada pemain Sriwijaya FC. Hanya saja, demi keamanan dan sportivitas, pemain SFC mengaku menolak tawaran untuk melakukan praktik pengaturan skor itu.

"Banyak pemain kami yang dapat SMS. Ada bekas pemain, ada fotonya, pemain saya sudah melapor. Ada rekamannya, ada tawarannya berapa," kata Manajer SFC, Ucok Hidayat.

Menurut Ucok, tawaran dari mafia bola itu sangat menggiurkan karena nilainya dua kali lipat dari gaji bulanan pemain.

"Rata-rata pemain ditawari Rp50 juta. Kapten kami di-WA sama agen-agennya, dari Indonesia, bekas pemain kami juga. Kami sudah lapor ke PSSI juga," kata Ucok.

Sementara itu, Kapten SFC Yu Hyun Koo mengaku dirinya pernah didekati komplotan mafia bola yang mengajak kompromi pengaturan skor pertandingan Liga 1 2018.

"Mereka telepon-telepon saya trus, WA juga. Tapi saya tidak mau, karena saya tahu ini uang kotor," kata Yu.

Yu mengatakan dirinya tidak tahu persis kapan itu terjadi, tapi ia memastikan setelah laga Sriwijaya FC melawan Bhayangkara FC. Hingga kini, Yu tidak mengenal siapa pihak yang meneleponnya itu dan menawarkan uang senilai Rp400 juta.

"Saya tidak tahu, siapa mereka. Tapi yang jelas saya ditawari uang Rp400 juta buat bagi teman-teman, terserah saya yang pilih. Bisa kiper, pemain belakang, pokoknya terserah saya," kata dia.

Setelah kejadian itu, Yu mengaku langsung melapor ke manajer tim Ucok Hidayat karena khawatir akan berimplikasi negatif terhadap dirinya.

"Saya takut ada masalah, apalagi orang ini (mafia) mau ajak ketemu, paksa-paksa walau saya tidak mau," ujar Yu.

Kekhawatiran Yu ini sangat wajar karena dirinya menyaksikan sendiri, bagaimana karir teman-temannya di kampung halamannya Korea menjadi hancur karena mafia bola. Bahkan dua sahabatnya sampai bunuh diri karena tidak mampu menanggung beban selalu dirong-rong mafia bola.

"Banyak teman-teman di timnas yang ditangkap polisi. Belum lagi ada yang bunuh diri, karena sekali kita berhubungan dengan mafia bola maka sampai kita pensiun sama dia terus. Saya tidak mau begini," tandasnya. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT