Sajak-sajak Prana Sulaksana

“Sekuntum bunga bangkai mengira dirinya cantik selamanya, sebagaimana edelweis menganggap tubuhnya”

Warisan Norbertus Riantiarno

“Aku rindu menatap wajahMu, ya Kekasih. Prihatin kerana tuahMu nyaris”

Pesastra Hebat Tahan Dicela Atawa Diejek 

“Tujuh karya sastra Rusia yang tidak terkenal semasa penulisnya hidup, namun dibaca secara meluas”

Sajak-sajak Sergey Yesenin

“Lebih baik sekuntum mawar daripada gadis yang fana. Jangan kau menyiksaku dengan”

Sajak-sajak Iwan Jaconiah

“Aku dan kamu berjalan dalam keramaian, menelusuri kota tua yang abadi diselimuti kabut”