01 November 2020, 04:26 WIB

Sumpah Pemuda Mengobarkan Semangat Penerus Bangsa


Wan/J-2 | Humaniora

TAPAK Tilas Virtual Pergerakan Pemuda Meraih Indonesia Merdeka menjadi tajuk yang dipilih untuk mengingatkan kembali sejarah perjuangan bangsa sekaligus memaknai Hari Sumpah Pemuda. Deklarasi Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928 merupakan peristiwa penting sejarah pergerakan kebangsaan di negeri ini.

Hal itu juga mengingatkan bahwa nasionalisme bukan hanya milik organisasi-organisasi politik, melainkan juga milik para pemuda dan pelajar sebagaimana Kongres Pemuda II terlaksana atas gagasan dari Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI).

Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hendarman mengatakan kegiatan yang dilaksanakan, kemarin, diikuti 4.000 lebih peserta didik tingkat SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB atau SMK/SMKLB, dan perguruan tinggi. “Peserta kami batasi 4.000, tapi ternyata membludak menjadi 4.850 pelajar dan mahasiswa,” ujar Hendarman.

Ia menambahkan, tujuan kegiatan tersebut ialah untuk membangun karakter muda dan memberikan pemahaman bahwa perjuangan kemerdekaan bangsa tidak diperoleh cuma-cuma, tapi memerlukan proses dan pengorbanan. “Sehingga mahasiswa dan siswa bisa lebih kuat dalam menghadapi persaingan global, kemudian mereka akan memperjuangkan kemerdekaan ke depan,” kata dia.

Kegiatan tapak tilas yang mengusung tema Pemuda hebat, pemuda berkarakter, menurut Hendarman, merupakan wujud dan harapan bagi pemuda Indonesia untuk pelaksanaan yang lebih baik demi kemajuan negara dengan nilai profil pelajar Pancasila. “Momentum Sumpah
Pemuda dapat mengobarkan semangat generasi muda Tanah Air dan menjadi pengingat agar memaknai Pancasila sebagai pilar pendidikan karakter bangsa.”

Senada dikatakan sejarawan sekaligus pendiri Komunitas Historia, Asep Kambali. Menurutnya, di tengah gempuran budaya asing, perjuangan dan semangat para pemuda tak boleh dilupakan. Harus diingat bahwa generasi muda dahulu menjadi pendobrak dan pendorong perubahan.

“Banyak yang tidak tahu, deklarasi Sumpah Pemuda yang diselenggarakan anak-anak yang umurnya belasan tahun, semuanya anak indekos dan anggota pramuka,” kata Asep.

Dalam kegatan ini, para edukator akan memandu peserta ke beberapa museum secara virtual, seperti Museum Sumpah Pemuda, Museum Kebangkitan Nasional, dan Museum Perumusan Naskah Proklamasi. (Wan/J-2)

BERITA TERKAIT