01 November 2020, 00:14 WIB

Yogja Diminta Tetap Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang


Ardi T | Nusantara

KEPALA Stasiun Klimatologi Sleman, DI Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengingatkan, saat ini sebagian besar wilayah DIY sudah memasuki musim hujan.

"BMKG Stasiun Klimatologi Sleman menghimbau kepada masyarakat DIY agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrim yaitu hujan lebat disertai petir dan angin kencang dengan durasi yang panjang, yang berdampak terjadinya longsor, banjir dan banjir bandang di wilayah DI Yogyakarta," pesan dia,Sabtu (31/10).

Reni menjelaskan, hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada hari Jumat tanggal 30 Oktober 2020 sekitar pukul 14.30-15.30 WIB di Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta yang menimbulkan dampak kerugian. Berdasarkan laporan dari BPBD Sleman, BPBD Bantul dan BPBD Kota Yogyakarta, dampak cuaca kemarin adalah satu pohon tumbang di Kota Yogyakarta.

Di Sleman, pohon tumbang terjadi di 5 lokasi, rumah rusak di 9 lokasi dan bangunan roboh di 1 lokasi. Di Bantul, pohon tumbang terjadi di 13 titik mengakibatkan 3 rumah, 6 jaringan listrik, 5 akses jalan,1 kandang, dan 1 kendaraan terdampak.

Di Bantul angin kencang terjadi di 32 titik, dengan dampak antara lain 30 rumah, 1 kendaraan, dan 1 baliho. Gerakan tanah juga terjadi di 1 titik di Kasihan.

Baca juga : Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Siswa Bunuh Diri

Ia menjelaskan, berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, daerah tekanan rendah (1011 mb) terpantau di Samudera Hindia Barat Australia dan sirkulasi siklonik (eddy) di Samudera Hindia Barat Sumatera. Anomali suhu muka laut di Perairan Selatan Jawa juga masih cukup hangat ( +1 °C s/d 2,5°C ) dan didukung oleh labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal.

"Kondisi tersebut mendukung tumbuhnya awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat menimbulkan hujan lebat, kilat/petir dan down burst/semburan angin kencang di wilayah Sleman, Bantul dan Kota Yogyakarta serta embrio puting beliung di Bantul (Kecamatan Piyungan)," terang dia.

Sebelum kejadian hujan lebat disertai angin kencang tersebut, BMKG Stasiun Klimatologi Sleman telah mengeluarkan peringatan dini cuaca sebanyak 2 kali. Peringatan dini cuaca pertama dikeluarkan pukul 13.45 WIB dan berlaku sampai pukul 15.45 WIB.

Selanjutnya, BMKG mengeluarkan update peringatan dini cuaca pada pukul 15.15 WIB dan berlaku sampai pukul 18.15 WIB. Selain itu BMKG Stasiun Klimatologi Sleman juga menginformasikan citra radar cuaca terkini untuk wilayah DIY.

"Informasi tersebut diteruskan ke instansi terkait di wilayah DIY dan didiseminasikan ke masyarakat umum melalui Aplikasi Mobile Phone INFO BMKG, situs BMKG dan media sosial," terang dia. (OL-2)

 

 

 

BERITA TERKAIT