01 November 2020, 00:08 WIB

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Siswa Bunuh Diri


Lina Herlina | Nusantara

POLISI hentikan penyelidikan kasus siswa bunuh diri, MI, 16, yang diduga terbebani sistem belajar daring, karena pihak keluarga menolak adanya otopsi korban.

"Kasusnya otomatis dihentikan, lantaran keluarga mengku sudah mengikhlaskan kepergian siswa sekolah menengah atas itu, dan menolak diautopsi," kata Kabag Humas Polres Gowa, Sulawesi Selatan Ajun Komisaris Mangatas Tambunan, Sabtu (31/10).

Dijelaskan Tambunan, MI, warga warga Kecamatan diketahui adiknya yang berinisial I, 8, pada pukul 08.30 Wita, yang sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dalam kamarnya. I lalu memanggil tantenya DG, 45 dan memberi tahukan kondisi itu.

Baca juga : Keroyok Anggota TNI, Dua Anggota Klub Harley jadi Tersangka

"Karena melihat kondisi itu DG langsung memanggil orang tua korban dan tetangga untuk memberi pertolongan pertama. Tapi ternyata MI sudah tidak bernyawa lagi sebelum tiba di rumah sakit," jelas Mangatas.

Sebelum kasus dihentikan, jelasnya, pihak Polres Gowa sempat melakukan penyelidikan diduga penyebab peristiwa itu Karen akorban terbebani dengan tugas ekolah yang cukup berat selama proses belajar daring atau jarak jauh. Alasannya medan tempat tinggal korban di pegunungan dan jaringan internetnya sedikit bermasalah.

Tapi, itu dibantah pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Sulsel, Fitri Utami mengungkapkan, ada fakta lain yang ditemukan pihaknya.

"Jadi bunuh dirinya bukan karena banyak tugas belajar online, tapi karena masalah pribadi dengan pria. Chat terakhirnya korban itu membahas masalah cowok," ungkap Fitri.  (OL-2)

BERITA TERKAIT