31 October 2020, 21:50 WIB

Bantu UMKM Bangkit, Kemendikbud Gelar Pasar Budaya Daring


SuryaniWandari Putri Pertiwi | Ekonomi

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Tokopedia menghadirkan Pasar Budaya sebagai wujud memasarkan produk budaya seperti karya yang terdapat dalam daftar Warisan Budaya Takbenda (wbtb) Indonesia.

"Peluncuran Pasar Budaya ini untuk menandai bahwa bola telah mulai bergulir," ujar Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid pada konferensi pers secara daring Peluncuran Pasar Budaya, Sabtu (31/10)

Pasar budaya adalah sebuah marketplace dari Ditjen Kebudayaan Kemendikbud yang bekerja sama dengan perusahaan teknologi Indonesia, Tokopedia, untuk memberikan ruang bersama kepada para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) milik seniman lokal di seluruh nusantara untuk memasarkan produk budaya melalui platform online.

Menurut Hilmar, produk budaya yang dipasarkan akan dilengkapi dengan narasi, deskripsi filosofi, makna motif dan bentuk, sejarah, proses dan cara pembuatan sebagai muatan budaya sekaligus memberi nilai tambah pada produk yang bersangkutan. Beragam karya-karya dari para UMKM atau seniman lokal yang dikurasi oleh Tokopedia.

Program ini menjadi penting lantaran pada masa pandemi Covid-19, banyak pelaku seni dan budaya kesulitan untuk memasarkan karya-karyanya.

Baca juga : BI Dorong Penggunaan Wakaf Lintas Negara untuk Bangun Ekonomi

"Jadi, dengan adanya kerja sama ini bisa memberi ruang lebih luas bagi teman-teman pelaku, pengrajin, dan seniman untuk bisa menjangkau publik lebih luas," terang Hilmar.

Ia melanjutkan, sedikitnya ada 185 produk ragam karya anak bangsa yang dapat dibeli pada 1-5 November 2020, mulai dari kreasi tas, aksesoris, perabot lokal, kuliner nusantara hingga seni kerajinan.

Menurut Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia Astri Wahyuni, inisiatif ini sejalan dengan komitmen Tokopedia untuk #SelaluAdaSelaluBisa dalam mengakselerasi adopsi digital bagi para pegiat usaha, khususnya UMKM seniman lokal agar dapat beradaptasi di tengah pandemi. Ia pun mengatakan lebih dari 00 UMKM merupakan bagian dari penjual di Tokopedia.

“Lebih dari 100 UMKM yang tergabung dalam ‘Pasarbudaya’ merupakan bagian dari lebih dari 9,4 juta penjual di Tokopedia, di mana hamper 100%nya UMKM bahkan 94% berskala ultra mikro,” ungkap Astri.

Ia kemudian berharap, para pegiat usaha lokal terus dipermudah untuk bertahan di tengah pandemi demi berkontribusi pada pemulihan ekonomi Indonesia sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat bangga dan memakai produk buatan Indonesia. (OL-7)

BERITA TERKAIT