31 October 2020, 17:29 WIB

Potensi Bencana Tinggi, Kepala Daerah Dituntut Lakukan Mitigasi


Cahya Mulyana | Humaniora

POTENSI banjir, longsor hingga kekurangan pangan meningkat seiring masuknya musim hujan dan dampak pandemi covid-19. Untuk itu, kepala daerah harus segera melakukan mitigasi sebagai antispasi dalam menjaga ketersediaan pangan dan keselamatan.

"Kalian mungkin heran kenapa ketua umum bisa tahu (likuifaisi dan mitigasi bencana) ? Karena saya belajar. Saya juga pengen kalian itu belajar, jangan mejeng doang," tegas Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri pada rapat koordinasi nasional bidang kebudayaan bertajuk Gerakan Menanam dan Politik Anggaran: Kebijakan Terobosan Investasi, Sabtu (31/10).

Ia meminta para pemimpin daerah melakukan mitigasi bencana dan fenomena alam sebelumnya di daerah masing-masing untuk mencari jalan keluarnya. Megawati mengaku sudah belajar praktik di Tiongkok dan Jepang soal metode menghadapi bencana alam.

Baca juga : Cemari Udara, Walhi: BBM Oktan Rendah Berdampak Buruk

Kesimpulannya, kata dia, Indonesia memang jauh tertinggal menyangkut mitigasi dan kesadaran para pimpinan mengenai potensi bencana. Sehingga, ia meminta kepala daerah dari PDIP mulai berbenah mengantisipasi bencana serta krisis pangan.

Pada kesempatan sama, Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan.Tri Rismaharini atau akrab disapa Risma mengatakan, kegiatan menamam harus diwujudkan untuk mencegah krisis pangan akibat pandemi covid-19 dan menjadi daerah resapan air. Bila kelestarian alam meningkat dapat memberikan kecukupan makanan juga mampu memperkecil potensi bencana.

Dia pun mencontohkan apa yang dilakukan selama ini di Surabaya hingga memiliki cadangan pangan mencapai 103 ton per tahun. Dari lahan yang dimiliki, ditanami bibit tanaman yang bagus dan kemudian dirawat dengan benar. Pengalaman wilayahnya membuktikan bahwa demi cadangan pangan, lahan tidak perlu luas. (OL-7)

BERITA TERKAIT