30 October 2020, 21:22 WIB

Melihat Pusaka Pangeran Diponegoro Melalui 'Pamor Sang Pangeran'


Widhoroso | Humaniora

PAMERAN seni 'Pamor Sang Pangeran' yang akan berlangsung 31 Oktober hingga 26 November 2020 di Museum Nasional, Jakarta, menjadi ajang untuk memperkenalkan sejarah bangsa dan jasa para pahlawan kepada generasi muda. Tidak seperti pameran seni lainnya, 'Pamor Sang Pangeran' yang menampilkan warisan pusaka peninggalan Pangeran Diponegoro, dikemas secara moderen.

“Di sini kami menyajikan pameran yang tidak sekadar memamerkan koleksi, tapi juga menarik generasi muda. Contohnya, kami menyajikan dongeng atau storytelling kisah kehidupan Pangeran Diponegoro dalam bentuk video-mapping dan komik yang akrab bagi kaum muda,” jelas Kurator Museum Nasional, Nusi Lisabilla, Jumat (30/10).
 
Salah satu benda pusaka yang akan dipamerkan adalah keris Kyai Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro. Selama dua abad, keris tersebut berada di Museum Volkenkunde di Leiden, Belanda. Namun, telah dikembalikan oleh Raja Belanda Willem Alexander ke Indonesia pada kunjungannya ke Indonesia Maret 2020 lalu.

Tak hanya keris Pangeran Diponegoro, dalam pameran yang merupakan rangkaian acara Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2020 ini, sejumlah benda pusaka bersejarah lain seperti pelana kuda dan tombak pun akan dipamerkan. Tak ketinggalan, berbagai foto, sketsa, dan lukisan hasil karya para seniman nusantara tentang Pangeran Diponegoro. Kuda legendaris kesayangan Pangeran Diponegoro, Kanjeng Kyai Gentayu, juga akan tampil secara hologram dalam pameran ini. (RO/R-1)

BERITA TERKAIT