30 October 2020, 19:38 WIB

Dilaporkan ke Polisi, Arya Wedakarna Beri Klarifikasi


Arnoldus Dhae | Nusantara

ANGGOTA DPD RI Dapil Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK) yang dilaporkan ke polisi memberikan klarifikasi terkait tudingan terhadap dirinya. Saat ditemui di Kantor DPD Bali di Denpasar, Jumat (30/10) ia mengatakan ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi agar semuanya jelas.

Pertama, soal pernyataan seks bebas di kalangan anak muda Bali asalkan menggunakan kondom saat berada di sebuah SMA di Tabanan. Kedua, soal penistaan agama dari Nusa Penida yakni di Pura Ped serta soal tudingan terhadap dirinya yang terlibat atau mendukung aliran Hare Krisnha yang saat ini masih kontroversi di Bali.

"Banyak video ceramah saya yang dipotong lalu disebarkan ke media sosial. Ini adalah provokator yang berasal dari kompetitor saya dalam Pemilu. Para provokator itu sudah ketemu," ujarnya.

Soal masalah seks bebas di kalangan remaja asal menggunakan kondom, AWK mengatakan data 2018 menunjukkan Indonesia adalah negara dengan jumlah menikah usia muda tertinggi di ASEAN. Bahkan, jumlah pasangan yang menikah muda naik 15% atau naik 2% dari tahun sebelumnya.

"Saya katakan bahwa tidak baik itu seks bebas atau di luar nikah. Tidak baik itu menikah di usia dini karena akan ada banyak dampak berikutnya. Namun faktanya apa. Kasus-kasus itu banyak. Dari pada kena HIV-AIDS, lebih baik menggunakan kondom. Apakah itu salah. Datanya jelas, faktanya ada. Apakah saya harus menjadi pemimpin yang munafik," urainya.

Tentang masalah dengan Pura Ped, AWK menegaskan sama sekali tidak ada niatan melakukan penistaan agama. Ia menyebut apa yang dikatakan, sumbernya ada di kitab suci agama Hindu yakni Bhagawad Gita. Ia sama sekali tidak ada niat sedikitpun melecehkan Ida Batara Ratu Gede Mas Mecaling di Pura Ped Nusa Penida.

"Semuanya ada dalam Kitab Suci Agama Hindu. Silakan cek kalau tidak percaya," ujarnya.

Sedangkan tentang Hare Krisnha, AWK membantah telah masuk aliran tersebut. "Saya diminta untuk isi acara ceramah di sana. Mereka juga rakyat. Lalu kalau saya ceramah disana, apakah saya sudah masuk aliran Hare Krisnha," ujarnya.

Menurut AWK, seluruh persoalan yang dihadapi tidak lain adalah lebih kepada unsur politik. Ia juga meminta masyarakat Bali jangan sampai terprovokasi soal ini. (R-1)

BERITA TERKAIT