30 October 2020, 18:22 WIB

Imbas Pandemi Covid-19, ExxonMobil PHK Ribuan Pegawai


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PERUSAHAAN minyak dan gas asal Amerika Serikat, ExxonMobil memangkas 1.900 karyawannya akibat pendapatan yang merosot setelah harga minyak jatuh karena pandemi Covid-19. Dilansir CNN, ExxonMobil mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan karyawannya pada Kamis (29/10).

Secara keseluruhan, Exxon (XOM) berencana untuk mengurangi tenaga kerja kontraktor dan karyawannya lebih dari 14.000 orang pada akhir  2022. Hal itu diindikasi pengurangan 15% dari total tenaga kerja 2019 Exxon lebih dari 88.000.

Pengumuman PHK datang di tengah harga minyak dunia yang anjlok di tengah kekhawatiran baru akan gelombang pandemi yang meningkat. Minyak mentah AS jatuh di bawah US$ 35 per barel pada Kamis (29/10), menandai level terendah selama empat bulan terakhir.

"Tindakan ini akan meningkatkan daya saing biaya jangka panjang perusahaan dan memastikan perusahaan mengelola melalui kondisi pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Exxon dalam sebuah pernyataan.

Jatuhnya harga minya dunia menghancurkan harga saham Exxon yang telah dipotong setengahnya tahun ini. Saat ini, pendapatan Exxon bernilai sekitar US$136 miliar, di bawah perusahaan teknologi Zoom sebesar US$140 miliar.

ExxonMobil dikabarkan telah kehilangan nilai pasar US$310 miliar. Selain harga minyak yang melemah, Exxon dan perusahaan bahan bakar fosil lainnya dijauhi oleh investor yang semakin mengkhawatirkan akan krisis iklim. (CNN/R-1)

BERITA TERKAIT