30 October 2020, 17:17 WIB

Warga Kota Kupang Diminta Waspadai DBD


Palce Amalo | Nusantara

WARGA Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur dihimbau mewaspadai ancaman demam berdarah dengue (DBD) yang biasa muncul bersamaan awal musim hujan.

"Saya minta camat dan lurah terus bersinergi dengan ketua RT dan RW untuk terlibat penuh dalam penanganan masalah DBD," kata Wali Kota
Kupang, Jefri Riwu Kore, Jumat (30/10).

Penangann DBD yakni melaksanakan gerakan 3M yakni menguras, menutup, dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air dan menjadi tempat  berkembangnya nyamuk aides aegypti yang membawa penyakit DBD. Selain itu, dinas kesehatan juga diingatkan mulai bergerak membagikan serbuk abate ke kelurahan untuk selanjutnya ditaburkan di tempat penampungan air di rumah-rumah penduduk.

Jefri mengatakan akan memberikan sanksi tegas bagi camat, lurah hingga ketua RT dan RW yang mengabaikan perintah (penanganan masalah DBD). "Jika ada warga yang meninggal karena DBD, dana insentif bagi RT dan RW akan ditangguhkan," katanya.

Sesuai laporan Dinas Kesehatan NTT sejak Januari-Oktober 2020, korban meninggal akibat DBD di NTT sebanyak 58 orang dan warga yang dirawat karena DBD sebanyak 5.648 orang. Untuk Kota Kupang, kasus DBD sebanyak 750 orang dan delapan orang meninggal. Kasus DBD terbanyak di Sikka yang berjumlah 1.766 orang dan korban meninggal 16 orang.

BERITA TERKAIT