30 October 2020, 16:45 WIB

Operasi Yustisi Prokes di Sumut Diperluas ke Kawasan Wisata


Yoseph Pencawan | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara, melalui Satgas Covid-19 Medan, Binjai dan Deliserdang (Mebidang)  memperluas wilayah operasi yustisi
penegakan protokol kesehatan (prokes) dalam suasana libur panjang pekan ini.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Raja Sabrina memastikan daerahnya sudah melaksanakan hampir semua imbauan dari Pemerintah Pusat untuk
mengantisipasi peningkatan kasus akibat libur panjang.

"Namun demikian kita intensifkan lagi penegakan protokol kesehatan (prokes). Kita perluas area penegakan protokol kesehatan ke objek-objek wisata,," ungkapnya,, Jumat (30/10).

Sekda menuturkan, libur panjang pekan ini banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata dan juga mudik ke kampung halaman. Pergerakan manusia ini menjadi perhatian khusus pemerintah dalam menangani Covid-19, termasuk Sumut.

Karena itu, lanjutnya, Satgas Covid-19 Mebidang telah diinstruksikan memperluas wilayah operasi yustisi penegakan  prokes ke obyek-obyek wisata, selama libur panjang pekan ini. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan penularan Covid-19 pada libur panjang.

Sabrina optimistis langkah ini akan mampu mengantisipasi kemungkinan itu. Operasi yustisi yang selama ini dilakukan Satgas Covid-19 Mebidang telah mampu membuat sebagian masyarakat sadar akan pentingnya prokes.

Menurut Sekda, saat ini mayoritas masyarakat Sumut sudah sadar pentingnya prokes. Karena itu, kedatangan satgas ke obyek-obyek wisata lebih bertujuan kegiatan sosialisasi untuk memperkuat kesadaran tersebut.

Sabrina juga mengutarakan, setiap daerah di provinsinya sudah berkonsolidasi dengan unsur forkopimda dalam mengawasi dan melakukan pengamanan di wilayah masing-masing. Setiap daerah melaksanakan strategi masing-masing, baik razia transportasi umum, pengawasan ketat disiplin prokes dan lainnya.

Daerah juga diminta untuk melibatkan TNI dan Polri untuk melaksanakan kegiatan operasi yustisi atau sosialisasi prokes di tempat-tempat wisata, pusat perbelanjaan/kuliner dan moda transportasi umum. Daerah juga mengoperasikan  pos-pos pengawasan prokes di lokasi-lokasi rawan penularan Covid-19.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Sumut Alwi Mujahit Hasibuan mengungkapkan, beberapa hari terakhir kasus Covid-19 di provinsinya tidak mengalami kenaikan atau penurunan (flat).

Bukan hanya itu, jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan juga mengalami penurunan secara signifikan sehingga menurutnya sampai saat ini tidak dibutuhkan persiapan ekstra untuk ruang isolasi, ICU atau perawatan pasien.

"Fasilitas kesehatan kita sekarang masih sangat cukup. Misalnya di RS Martha Friska hanya ada 40% pasien dari 110 kamar yang tersedia, di RS GL Tobing malah lebih rendah lagi, tinggal 6 atau 7 pasien dari 49 kamar," ungkapnya. (R-1)

 

BERITA TERKAIT