30 October 2020, 14:55 WIB

Indonesia Berpotensi jadi Pusat Produsen Halal Dunia tapi...


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

INDONESIA berpeluang menjadi pusat produsen halal dunia. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kerja sama erat antara pemerintah, swasta, BUMN, organisasi kemasyarakatan, dan publik secara umum.

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, mengungkapkan industri halal memiliki peran yang cukup signifikan atas performa positif neraca perdagangan.

Pada periode Januari—Agustus 2020, kinerja neraca perdagangan Indonesia dengan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menunjukan performa positif dengan mencatatkan surplus sebesar USD2,46 miliar.

"Pada periode tersebut Indonesia mampu membukukan ekspor ke negara anggota OKI sebesar USD12,43 miliar," kata Agus melalui keterangan tertulisnya, Jumat (30/10).

Dari nilai ekspor tersebut, 3 produk yang tertinggi adalah minyak kelapa sawit 23,88%, batu bara 9,56%, dan bagian kendaraan bermotor 3,95%.

Baca Juga: Wapres tak Ingin Indonesia Jadi Tukang Stempel Produk Halal Global

Menurut ukuran pasar, negara-negara OKI merupakan pasar yang luar biasa besar. Terdiri atas 57 negara anggota, dengan total populasi muslim sebesar 1,86 miliar jiwa atau sekitar 24,1% dari total populasi dunia.

Jumlah populasi ini belum termasuk pemeluk agama Islam di luar negara anggota OKI, seperti India dengan jumlah muslim sebesar 195 juta jiwa dan Ethiopia dengan jumlah muslim sebesar 35,6 juta jiwa.

"Sebagian besar negara anggota OKI dengan mayoritas penduduknya beragama Islam memiliki tuntutan standar pemenuhan atas jaminan produk halal yang cukup tinggi. Hal ini menjadikan negara-negara OKI sebagai pasar dengan peluang yang besar," ujar Agus.

Ekspor produk Indonesia ke negara berpenduduk mayoritas muslim tidak dapat dilepaskan dari peran produsen produk halal Indonesia, khususnya untuk produk makanan, kosmetik, dan obat-obatan. Ketiga produk ini berkontribusi sebesar total senilai sebesar 7,42% terhadap impor produk halal dunia.

"Tren impor produk halal negara OKI periode 2015-2019 cenderung meningkat 5,27 persen. Namun demikian, pangsa pasar ekspor produk halal Indonesia ke negara OKI masih harus dapat dimaksimalkan," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: RI Produsen Halal Terbesar Dunia 2024

BERITA TERKAIT