30 October 2020, 11:02 WIB

NGK Ungkap Penyebab Insulator Retak


RO | Otomotif

BUSI kendaraan diciptakan untuk dapat bertahan pada perubahan suhu yang ekstrem di dalam ruang bakar. Salah satu komponen penting busi yang harus memiliki daya tahan tinggi adalah bagian insulator.

Insulator NGK Busi diproduksi di Jepang menggunakan bahan keramik alumina dengan proses fabrikasi yang sangat presisi dan kompleks. Tujuan agar insulator memiliki daya isolasi yang kuat, memiliki sifat sangat keras dan getas, serta tahan terhadap perubahan suhu ekstrem di ruang bakar.

Meskipun demikian resiko retaknya insulator busi tetap dapat terjadi. Biasanya hal itu diakibatkan oleh proses penanganan yang tidak tepat, seperti terbentur dalam momentum yang keras dengan material yang lebih kuat, atau memasang busi menggunakan ukuran kunci busi yang tidak sesuai.

Insulator busi yang retak dapat memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada kinerja mesin, karena fungsinya untuk mencegah bocornya arus tegangan tinggi dari koil ke elektroda pusat busi. Jika insulator bocor maka arus listrik dari koil tidak sampai ke elektroda pusat busi dengan sempurna sehingga dapat memicu terjadinya misfire atau proses pembakaran yang tidak sempurna di ruang bakar, bahkan dapat juga mengakibatkan mesin gagal start.

Untuk menghindari hal tersebut, NGK Busi Indonesia menyarankan konsumen untuk memastikan proses penanganan dan pemasangan busi dilakukan dengan tepat. Salah satunya dengan menggunakan ukuran kunci busi yang sesuai.

NGK juga menyarankan untuk menggunakan kunci busi bermagnet untuk mempermudah proses pemasangan maupun melepas busi.

Terkadang posisi busi berada di lokasi yang sulit dijangkau sehingga dibutuhkan batang penyambung kunci busi (extension bar). Gunakan extension bar yang paling pendek agar kunci busi dapat menempel sempurna dan terhindar dari risiko miring/selip yang dapat mengakibatkan insulator busi retak. (S-4)

BERITA TERKAIT