29 October 2020, 23:06 WIB

Pasien Sembuh Covid-19 Terus Bertambah Menjadi 329.778 Orang


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

JUMLAH kesembuhan kumulatif pasien Covid-19 secara nasional terus bertambah menjadi 329.778 orang. 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 29 Oktober 2020, jumlah pasien sembuh harian bertambah sebanyak 3.985 orang.

Provinsi dengan kesembuhan harian tertinggi masih berada di DKI Jakarta menambahkan sebanyak 1.078 kasus dan kumulatifnya mencapai angka 91.142 kasus. 

Sumatera Barat mengalami kesembuhan cukup pesat dan menambahkan kesembuhan harian kedua tertinggi sebanyak 550 kasus dan kumulatifnya mencapai 8.833 kasus.

Jawa Barat menambahkan ketiga harian terbanyak dengan 492 kasus dan kumulatifnya mencapai 24.999 kasus. Kalimantan Timur urutan selanjutnya menambahkan kesembuhan sebanyak 275 kasus dan kumulatifnya mencapai 10.542 kasus. Sementara Jawa Timur hari ini menambahkan kesembuhan sebanyak 254 kasus dan kumulatifnya urutan kedua mencapai 45.937 kasus.

Jawa Tengah hari ini menambahkan pasien sembuh sebanyak 230 kasus dan kumulatifnya mencapai 27.508 kasus. 

Riau juga banyak menambahkan pasien sembuh harian sebanyak 221 kasus dan kumulatifnya mencapai 10.688 kasus.

Sementara untuk pasien terkonfirmasi positif hari ini bertambah sebanyak 3.565 kasus dan kumulatifnya menembus angka 404.048 kasus. Sedangkan kasus Covid-19 yang masih aktif sejumlah 60.569. Sebaran daerah dengan kasus tertinggi harian berada di DKI Jakarta dengan tambahan harian sebanyak 713 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 104.235 kasus.

Jawa Barat kedua tertinggi harian sebanyak 459 kasus dan kumulatifnya sudah menembus angka 35.607 kasus. Jawa Tengah menyusul dengan menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 368 kasus dan kumulatifnya mencapai 33.100 kasus.

Sumatera Barat urutan selanjutnya dengan tambahan harian sebanyak 335 kasus dan kumulatifnya mencapai 13.984 kasus. Sementara Jawa Timur hari ini menambahkan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 268 dan kumulatifnya kedua tertinggi mencapai 52.020 kasus.

Untuk kasus pasien meninggal hari ini bertambah sebanyak 89 kasus dan kumulatifnya mencapai 13.701 kasus. Jawa Timur menjadi terbanyak harian dengan 16 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi nasional mencapai 3.740 kasus.

DKI Jakarta mengikuti dengan mencatatkan pasien meninggal sebanyak 14 kasus dan kumulatifnya mencapai 2.218 kasus, dan masih urutan kedua tertinggi secara nasional. Urutan ketiga harian berada di Sulawesi Selatan dengan 10 kasus dan kumulatifnya mencapai 463 kasus.

Sumatera Barat menambahkan 9 kasus dan kumulatifnya mencapai 251 kasus. Jawa Tengah hari ini juga menambahkan 9 kasus dan kumulatifnya berada di urutan ketiga tertinggi sebanyak 1.720 kasus. Sementara Jawa Barat hari ini menambahkan sebanyak 0 kasus dan kumulatifnya berada di urutan keempat 714 kasus.

Selain itu per hari ini jumlah suspek ada 68.888 kasus dan spesimen selesai diperiksa sebanyak 34.317 spesimen. Untuk sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 502 kabupaten/kota.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengabarkan sebanyak 79,3% atau 408 dari 514 kabupaten/kota memiliki kasus aktif antara 0 - 100 kasus.

"Sebagian besar kabupaten/kota memiliki kasus aktif dibawah seratus. Yang berarti bahwa sebagian besar kabupaten/kota di Indonesia memiliki kasus aktif yang tidak banyak," katanya saat mengabarkan perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/10).

Untuk perkembangan kasus aktif, sebanyak 18,2% atau 94 kabupaten/kota memiliki kasus aktif antara 101 - 1000 kasus. Sebesar 2,3% atau 12 kabupaten/kota memiliki kasus aktif diatas 1000 kasus. Jumlah kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif diatas 1000 kasus itu yang perlu diwaspadai.

Pada kasus meninggal, sebesar 63,2% atau 325 kabupaten/kota memiliki kematian 0 - 100 kasus. Sebesar 31,7% atau 163 kabupaten/kota memiliki kasus kematian antara 11 - 100 kasus. Dan 5,06% atau 26 kabupaten/kota memiliki kematian lebih dari 100 kasus. "Ini artinya lebih dari setengah wilayah di Indonesia memiliki angka kematian yang sedikit. Namun perlu diingat, satu kematian saja terbilang nyawa," pungkas Wiku. (OL-8)

BERITA TERKAIT