29 October 2020, 21:10 WIB

Para Pemimpin Dunia Kutuk Serangan Teroris di Prancis


Faustinus Nua | Politik dan Hukum

BEBERAPA pemimpin dunia, mulai dari Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Paus Fransiskus, Pemerintah Rusia serta Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk serangan teroris di Prancis. Seorang pada Kamis (29/10) itu menewaskan tiga orang dan melukai beberapa lainnya di Basilika Notre-Dame de Nice, Prancis.

"Saya terkejut mendengar berita dari Nice pagi ini tentang serangan biadab di Basilika Notre-Dame. Pikiran kami bersama para korban dan keluarga mereka, dan Inggris berdiri teguh bersama Prancis melawan teror dan intoleransi," tulis PM Inggri Boris Johnson melalui akun Twitternya.

Vatikan juga bereaksi terhadap berita itu, mengatakan terorisme tidak akan pernah bisa diterima dan bahwa Paus Fransiskus sedang berdoa untuk para korban. Dalam sebuah pernyataan, para uskup gereja Katolik Prancis menggambarkan serangan Nice sebagai yang kejam.

"Tindakan (teroris) yang tak bisa dijelaskan. Orang Kristen bukan menjadi simbol untuk menghancurkan," tulis para uskup dalam pernyataan bersama.

Baca juga: 3 Orang Dilaporkan Tewas Dalam Serangan Terorisme di Prancis

Seorang perwakilan Dewan Perancis untuk Iman Muslim juga mengecam keras aksi yang tidak manusiawi tersebut. Terlebih lagi serangan itu dilakukan para salah satu hari suci Islam.

"Sebagai tanda duka cita dan solidaritas dengan para korban dan orang yang mereka cintai, saya menyerukan kepada semua Muslim di Prancis untuk membatalkan semua perayaan hari raya Maulid," katanya.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan pihaknya berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Prancis melawan kekerasan dan terorisme. Kremlin Rusia juga telah bereaksi terhadap berita tersebut dengan mengatakan bahwa membunuh orang tidak dapat diterima, tetapi juga salah untuk menghina perasaan umat beragama.

Dikutip France24, serangan terjadi sekitar jam 9 pagi waktu setempat pada hari Kamis. Seorang tersangka tak dikenal menewaskan tiga orang dan melukai beberapa lainnya di sebuah gereja di Nice tengah.

Dua dari korban tewas di dalam gereja dan setidaknya satu dari mereka dipenggal, menurut sumber polisi. Korban ketiga meninggal saat mencari bantuan di bar terdekat.

Tersangka dinyatak terluka setelah dibekuk polisi dan telah dirawat di rumah sakit. Walikota Nice Christian Estrosi menggambarkan serangan itu sebagai tindakan terorisme, dan mengatakan tersangka mengulangi kata-kata "Allahu Akbar" saat dia dirawat.

Kantor kejaksaan anti-terorisme Prancis telah membuka penyelidikan atas serangan tersebut. Presiden Macron diharapkan tiba di Nice sekitar pukul 1 siang pada hari Kamis. Anggota parlemen Prancis pada hari Kamis mengheningkan cipta selama satu menit untuk menghormati para korban dalam serangan itu.(France24/OL-4)

BERITA TERKAIT