29 October 2020, 19:50 WIB

Peringati Maulid Nabi, Ketua KPK Imbau Jaga Umat dari Korupsi


Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

UMAT Muslim dunia, khususnya di Indonesia, hari ini kembali memperingati dan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kelahiran Rasullullah jatuh pada 12 Rabiul Awal yang bertepatan pada hari ini.

Tidak dapat dipungkiri, perayaan hari kelahiran Rasulullah tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena masih mewabahnya covid-19. "Akan tetapi saya yakin peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya untuk mengenang waktu kelahiran beliau semata, melainkan sebagai pelecut semangat umat untuk mengikuti sifat dan tauladan Rasullulah semasa hidupnya," ujar Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dalam keterangan resminya, Kamis (29/10).

Akhlak terpuji merupakan salah satu sifat yang diwariskan Rasulullah kepada umat. Hal tersebut selalu dilakukan beliau dalam kesehariannya.

Akhlak yang baik sudah tentu dapat meredam sisi kelam manusia, salah satunya sifat tamak. 'Sifat binatang' itu sewaktu-waktu dapat bangkit saat hasrat dan hawa nafsu sudah tidak lagi dapat dikontrol. Contohnya, imbuh Firli, keinginan memperkaya diri dengan melakukan korupsi.

Padahal teladan yang diberikan Rasulullah yaitu menerapkan amar makruf nahi mungkar agar umatnya terhindar dari korupsi dan perilaku koruptif. "Rasulullah sangat membenci korupsi. Dalam beberapa kisah seperti Perang Khaibar disebutkan Nabi Muhammad SAW enggan mensalatkan jenazah sahabatnya yang terbukti melakukan ghulul (korupsi)," tuturnya.

Dalam penjabaran hadis riwayat Muslim itu dapat disimpulkan bahwa ibadah salat yang dikerjakan, sedekah yang dilakukan, dan haji yang ditunaikan, atau kebaikan lain yang dilakukan tidak bermakna ibadah sama sekali di mata Allah bila seorang Muslim masih melakukan praktik korupsi dalam hidupnya.

Meneladani sikap Rasulullah, salah seorang sahabat bernama Umar bin Khattab yang dipercaya menjabat sebagai khalifah langsung memecat pejabat atau kepala daerah yang kedapatan melakukan korupsi. Padahal beberapa di antara mereka merupakan pendukungnya.

Bukan hanya itu, Umar melakukan inspeksi kekayaan pejabat negara dan menyita harta mereka yang diperoleh bukan dari gaji yang semestinya di Baitul Mal. Sitaan tersebut digunakan bagi kepentingan rakyat.

"Semakin jelas, korupsi adalah perbuatan jahat, buruk, dan tercela yang menggagalkan semua ibadah serta kebaikan lain yang dilakukan seseorang semasa hidupnya di dunia," tegas Firli.

Korupsi juga salah satu bentuk kejahatan kemanusiaan karena bukan hanya merugikan keuangan dan ekonomi semata, dampak destruktifnya sangat merusak setiap tatanan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Sudah banyak contoh negara-negara yang gagal dalam menjalankan kewajiban, khususnya kepada rakyat, setelah korupsi menggerogoti, merusak, dan meluluhlantakkan semua sistem serta tatanan kehidupan di negara tersebut.

Sifat dan teladan Nabi Muhammad menyiratkan pelajaran hidup mengenai keinginan dan impian terhadap perubahan dapat terwujud hanya dengan usaha dan tekad kuat sejalan dengan perintah-Nya serta mengingkari semua larangan-Nya. Firli menyatakan keinginan dan impian bangsa ini untuk lepas dari cengkeraman laten korupsi dapat menjadi kenyataan dengan tekad dan usaha bersama segenap rakyat Indonesia yang dimulai dari diri sendiri, jujur, dan berani untuk tidak melakukan korupsi.

"Insya Allah dengan mengikuti sifat dan menjalankan teladan yang diberikan Nabi Besar Muhammad SAW, cita-cita dan harapan founding fathers kita agar negara ini dapat melindungi, memajukan kesejahteraan, serta mencerdaskan kehidupan segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari Sabang sampai Merauke, mulai Miangas hingga Pulau Rote, akan segera terwujud," ucapnya.

Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad. Mari kita teladani budi pekerti dan akhlakul karimah Rasulullah agar kita selamat dunia-akhirat. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT