29 October 2020, 19:10 WIB

PSSI Pastikan Kompetisi Dilanjutkan Tahun Depan


Dero Iqbal Mahendra | Sepak Bola

DI tengah ketidakjelasan kelanjutan kompetisi Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 yang belum juga mendapat izin dari pihak kepolisian. PSSI akhirnya mengambil sikap untuk meniadakan seluruh liga hingga tahun ini selesai.

Kompetisi musim 2020 baru akan dilanjutkan pada awal tahun 2021. Meski belum ditentukan kapan waktu pasti kompetisi berlanjut.

Komite Eksekutif (Exco) PSSI secara aklamasi memutuskan menunda kompetisi Liga 1,2, dan 3 pada tahun 2020. Hal ini usai dilakukan rapat Exco PSSI secara sirkuler pada Rabu (28/10).

"Rapat Exco PSSI menghasilkan keputusan bahwa PSSI menunda seluruh kompetisi yakni Liga 1,2,dan 3 pada tahun 2020 ini. Selanjutnya kompetisi akan dimulai lagi pada awal 2021 mendatang," kata Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi sebagaimana dilansir laman resmi PSSI, Kamis (29/10).

Dengan penundaan tidak adanya kompetisi hingga tahun 2020 berakhir membuat jangka waktu pelaksanaan kompetisi semakin sedikit. Sebab tahun 2021 sudah ada agenda Piala AFF dan Piala Dunia U-21.

Konsekwensinya format dan bentuk liga nantinya akan berubah total, menyesuaikan waktu yang tersedia.

"PSSI akan memberikan kewenangan kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 dan 2 untuk mencari formula, format, dan sistem kompetisi terhadap keputusan PSSI tersebut," ujar Yunus.

PSSI berharap kompetisi dapat bergulir dengan protokol kesehatan yang ketat karena masih dalam pandemi Covid-19. Panduan protokol kesehatan untuk kompetisi pun sudah dibuatkan regulasinya serta diberikan kepada klub.

Sebelumnya setelah kompetisi tidak dapat dilanjut pada Oktober, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) kemudian berusaha kembali agar supaya Liga 1 dan Liga 2 kembali diputar November. Lagi-lagi rencana itu gagal karena ada alasan lain, yakin Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada Desember.

Baca juga: PSSI Siap Transformasikan Official Store secara Digital

Guna menyesuaikan dengan kondisi yang ada, Liga 1 dan Liga 2 sudau dirancang untuk menerapkan protokol kesehatan ketat. Para pihak yang terlibat bakal menjalani tes Covid-19 secara rutin, plus tidak ada kehadiran suporter di stadion.

Selain itu, kompetisi juga sudah diprogram untuk digelar secara terpusat di satu pulau. Liga 1 dilaksanakan di Pulau Jawa, sementara Liga 2 dibuat dengan sistem home tournament yang per grupnya digelar secara terpusat di satu kota.

Menyikapi keputusan dari PSSI tersebut Direktur Utama PT LIB, Ahmad Hadian Lukita menyatakan pihaknya siap untuk segera menyusun format dan jadwal kompetisi tahun depan.

"Untuk keputusannya belum ada pak, sebab baru akan dirapatkan LIB minggu depan sebab saat ini sedang libur," tutur Ahmad.

Ahmad menyebutkan nantinya dari rapat tersebut akan diputuskan bentuk format kompetisi dan waktu kepastian kelanjutan kompetisi.

<b>Klub Terbebani Kondisi<p>

Dengan keputusan kembali ditundanya kelanjutan kompetisi dipandang Sekretaris Umum Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani tetap akan membebani klub.

Ia menyarankan agar kompetisi musim 2020 sebaiknya dihentikan saja dengan alasan force majeure. Dengan begitu klub klub peserta liga tidak akan dirugikan dengan kondisi kembali ditundanya Liga hingga awal tahun depan.

"Kalau dilanjutkan tahun depan mending Liga baru saja," tegas Rahmat kepada Media Indonesia.

Baca juga: Lanjutan Liga 1 belum Pasti, Arema FC Tetap Gelar Latihan

"PSSI atau PT. LIB harus segera memutuskan bahwa liga 1 tahun 2020 dihentikan dengan alasan force majeur dan klub dibebaskan dari segala tanggung jawab kepada pemain, Official dan pihak ketiga," imbuh Rahmat.

Menurutnya klub sangat terbebani dengan kondisi kembali ditunda pelaksanaan liga. Menurutnya klub tetap terbebani dengan gaji pemain, serta official dan biaya lainnya, sedangkan pemasukan klub hampir nihil selama pandemi.

Ia pun meminta pihak PT.LIB membayarkan subsidi Oktober untuk dicairkan. Sebab dana tersebut rencananya akan dipergunakan untuk membayar gaji pemain dan operasional tim

"Katakanlah tidak mengandalkan subsidi, tetapi selama menunggu ini gaji 25 persen dan operasional selama kai persiapan di Jogja bagaimana, itu kan tidak ada kompensasi," keluh Rahmat.

berbeda dengan Persiraja, PSIS Semarang melalui CEO nya Yoyok Sukawi menyatakan timnya memilih belum akan mengambil sikap dahulu. Pihaknya lebih memilih wait and see dengan perkembangan situasi Liga kedepannya.

"Kami masih wait and see saja, tunggu surat resminya berikut arahan serta regulasinya," pungkas Yoyok. (OL-4)

BERITA TERKAIT