29 October 2020, 18:20 WIB

Memahami Unggahan Kesedihan di Medsos lewat Kisah Chrissy Teigen


Bagus Pradana | Weekend

ISTERI musisi John Legend, Chrissy Teigen, dikenal sebagai selebritas yang sangat aktif di media sosial (medsos). Perempuan yang juga seorang model dan presenter itu bukan hanya vokal soal hal-hal sosial dan politik melainkan juga terbuka soal kehidupan pribadinya. 

Beberapa minggu yang lalu, di akun Instagramnya @chrissyteigen, ia mengunggah foto-foto ketika ia harus kehilangan anak ketiga yang tengah dikandungnya. Model berdarah Thailand-Norwegia ini secara terbuka memposting foto-foto dirinya ketika harus menjalani berbagai tindakan medis. Postingan tersebut pun menuai berbagai reaksi dari publik.  

Banyak orang yang bersimpati dan memberikan penghiburan kepadanya dan sang suami namun ada pula yang mempertanyakan keterbukaannya terhadap hal-hal yang begitu pribadi. Apalagi unggahan tersebut dibuat masih dalam momen kehilangan buah hati yang baru berusia 7 bulan dikandungan, yang diberi nama Jack itu.

Menanggapi pro dan kontra atas postingannya, Teigen membuat sebuah tulisan cukup panjang. "Saya sudah mempersiapkan mental saya untuk segala hal yang akan terjadi. Saya diberikan epidural dan diinduksi untuk melahirkan anak kami yang berusia 20 minggu. Anak laki-laki kami tidak mampu bertahan di rahim saya," tulis Teigen dalam sebuah catatan klarifikasi yang ia terbitkan Instagramnya, Rabu (28/10).

Dalam catatan singkat tersebut Teigen menceritakan detail perjuangannya mempertahankan kehamilan ketiganya yang memang telah ia ketahui amat berisiko. Teigen bahkan sempat dirawat di rumah sakit setelah mengalami pendarahan berkepanjangan. 

Kandungannya didiagnosis mengalami 'solusio plasenta parsial' yakni komplikasi kehamilan dimana plasenta terlepas dari dinding rahim bagian dalam sebelum proses persalinan. Lepasnya plasenta ini dapat menyebabkan pasokan nutrisi dan oksigen pada bayi terganggu. Ia pun terpaksa harus merelakan anak ketiganya. 

Teigen mengaku harus menjalani persalinan mendadak untuk mengeluarkan jasad putranya, dan meminta sang suami untuk mendokumentasikan proses persalinan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Legend pun awalnya bingung dan tidak merasa perlu akan dokumentasi menyedihka itu. 

Namun Teigen menjelaskan bahwa baginya momen tersebut sama pentingnya dengan momen-momen bersejarah dan membahagiakan dalam hidupnya, seperti momen pernikahannya maupun kelahiran dua anak mereka yang lain. 

"Saya ingin mengingat momen ini selamanya, sama seperti saya mengingat momen kami berciuman di pernikahan kami, sama seperti ketika saya meneteskan air mata saat melahirkan (dua anak mereka yang lain) Luna dan Miles. Saya tahu, saya akan perlu membagikan cerita ini di masa depan, " jelas Teigen seperti dilansir theguardian.com, Rabu (28/10).

Teigen juga merasa foto-foto itu penting karena kemudian ia perlu membagi momen tersebut kepada orang lain. Ia ingin membantu orang yang mengalami nasib serupa. "Saya tidak peduli jika anda membenci foto-foto itu. Saya memilih untuk membagikan pengalaman saya, foto-foto ini bukan saya tujukan untuk siapa pun, selain untuk orang-orang yang pernah mengalami hal serupa yang saya alami, agar kami bisa saling berbagi dan tidak merasa sendirian," tambahnya. 

Langkah Chrissy Teigen membagikan pengalamannya ini dipuji oleh banyak orang yang melihatnya sebagai langkah penting bagi para perempuan agar mau bersuara, mengungkap perasaan dan pengalaman pahit yang pernah dialaminya. (M-1)

BERITA TERKAIT