29 October 2020, 15:16 WIB

Lahan Pemakaman Krisis, DKI Harus Optimalkan TPU Rorotan


Hilda Julaika | Megapolitan

HINGGA kini lahan pemakaman dengan prototap covid-19 terus menipis. Di TPU Pondok Ranggon saja kemarin tersisa 300 petak lahan pemakan saja. Menurut pengamat tata ruang Nirwono Joga Pemerintah Provinsi DKI perlu mengoptimalkan TPU Rorotan di Jakarta Utara.

"DKI masih mengandalkan TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur, dan cadangannya itu TPU Rorotan Jakarta Utara," kata Nrwono saat dihubungi mediaindonesia.com, Kamis (29/10).

Karena pemakaman jenazah covid-19 terus bertambah setiap harinya, maka perlu ada optimalisasi lahan TPU Rorotan. TPU yang berada di Jakarta Utara ini memiliki luas 25 hektare. Dengan daya tampung mencapai 48.125 petak makan. Namun, kendalanya lahan ini masih harus dimatangkan dengan diurug setinggi antara 1,5-2 meter. Lantaran tanahnya berada dalam posisi yang terlalu dangkal.

Baca juga : 1.542 Relawan Vaksin Covid-19 Telah Dapatkan Suntikan Kedua

"Optimalkan lahan TPU Rorotan di Jakarta Utara seluas 24 hektare, yang dapat menampung 48.125 petak makam. Tetapi lahannya masih harus dimatangkan dengan diurug setinggi 1,5-2 m karena tanahnya dangkal," ungkapnya.

Nirwono pun menyarankan ada tata cara khusus pemakaman jenazah yang meninggal karena covid-19. Tujuannya untuk melakukan penghematan lahan pemakaman.

"Tata cara pemakaman pasien covid-19 dengan membuat lubang besar bersama dan dimakamkan dengan teknik tumpuk peti jenazah untuk menghemat lahan makam," sarannya.

Selain itu, optimalisasi lahan pemakaman juga bisa dilakukan dengan kremasi. Hal ini untuk keluarga yang memiliki tradisi atau kepercayaan yang memperbolehkan prosea kremasi.

"Optimalkan kremasi bagi keluarga yang memiliki tradisi/kepercayaan kremasi, yang lebih hemat biaya, tempat, waktu, lahan,"pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT