29 October 2020, 12:59 WIB

Hillary Clinton Mengaku Dapat Hak Suara Electoral College


Basuki Eka Purnama | Internasional

HILLARY Clinton, yang kalah dari Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat (AS), empat tahun lalu, Rabu (28/10), mengatakan dirinya mendapatkan satu suara di Electoral College, badan yang memilih presiden AS.

"Saya adalah seorang elector di New York," ujar Clinton dalam wawancara dengan radio SiriusXM.

New York memiliki 29 Electoral College dari 538 Electoral College di seluruh AS. Mereka akan menentukan pemenang pemilu AS ketimbang suara pemilih.

Baca juga: Biden dan Istri Berikan Suara Lebih Awal di Wilmington

Clinton meraih 2,8 juta suara lebih banyak ketimbang Trump pada pemilu AS 2016 namun kalah di Electoral College, yang anggotanya merupakan tokoh partai atau pejabat terpilih. Mereka wajib memberikan suara sesuai dengan suara populer di negara bagian mereka.

"Saya akan memberikan suara saya untuk Joe (Biden) dan Kamala (Harris) di New York. Saya tidak sabar melakukan itu," ujar Clinton.

Mantan Ibu Negara dan Menteri Luar Negeri AS itu juga mengatakan dirinya khawatir hasil pemilu AS tidak akan jelas saat hari pemilihan.

"Saya khawatir kita tidak akan mendapatkan pemenang pasti di hari pemilu dan harus menunggu beberapa hari bahkan lebih," kata Clinton.

Clinton menambahkan dirinya tidak bisa melihat Trump menang dalam pemilu ini.

"Saya tidak bisa membayangkan dia terpilih kembali setelah kerusakan yang dia timbulkan. Saya tidak bisa membayangkan kerusakan apa lagi jika dia terpilih empat tahun lagi," pungkasnya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT