29 October 2020, 12:42 WIB

Warga Mali Tuntut Macron Minta Maaf Terkait Kartun Nabi Muhammad


Basuki Eka Purnama | Internasional

SEKITAR 5 ribu orang yang berkumpul di Masjid Agung Bamako, Rabu (28/10) menuntut agar Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta maaf karena membela kartun Nabi Muhammad.

Macron membela penerbitan kartun itu atas dasar kebebasan berpendapat setelah seorang guru di Paris, Samuel Paty, dibunuh karena menunjukkan kartun itu kepada para muridnya.

Pada Januari 2015, sekelompok orang bersenjata menembak mati 12 orang di kantor Chalie Hebdo di Paris setelah tabloid itu menerbitkan kartun Nabi Muhammad.

Baca juga: Pemimpin Iran Kecam Sikap Macron Terkait Kartun Nabi Muhammad

Sikap Macron yang membela hak majalah itu untuk membela kartun Nabi Muhammad memicu kemarahan di dunia Islam dengan protes dan ajakan memboikot produk Prancis di sejumlah negara Arab.

Moussa Bocar Bah, wakil sekretaris jenderal Komisi Tinggi Islam Mali (HCIM), mengajak warga melakukan aksi demonstrasi di masjid yang berada di ibu kota Mali, yang penduduknya 90% beragama Islam.

Bah menyebut sikap Macron itu tidak bertanggung jawab, menghina, dan sembrono serta bahwa HICM menuntut Macron meminta maaf kepada komunitas Islam.

"Prancis dan warga Prancis telah kelewatan. Mereka menyinggung hal yang seharusnya tidak mereka singgung, Nabi Muhammad. Apa yang mereka lakukan tidak bisa dimaafkan," ujar Wakil Presiden HCIM Mohamed Traore. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT