29 October 2020, 12:28 WIB

Maulid Nabi Momen Ciptakan Generasi Muda Berakhlak


Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara

PERAYAAN Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Pidie tidak semeriah tahun lalu. Adanya pandemi covid-19, kegiatan Maulid Nabi dipusatkan di Masjid Jamik Al Falah Sigli, ibu kota Kabupaten Pidie. Acara Maulid Nabi dihadiri Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud, Sekda Idhami, Dandim 0102 Letkol Arh Tengko Sony Sonatha, para kepala SKPK dengan penceramah Teungku Muhammad Baidawi, Kamis (29/10).

Dalam tausiyah, Teungku Muhammad Baidawi Rasullulah harus dijadikan tauladan oleh pemimpin masa sekarang. Karena kepemimpinan Nabi Muhammad ternyata mampu membawa umat ke arah kedamaian, kesehatan dan berakhlak mulia.

"Perjuangan Rasulullah  telah menciptakan generasi muda berkarakter dan mimiliki akhlak mulia. Nabi pernah merasakan masa muda, tapi masa remajanya empat belas abad lalu, hingga kini masih membawa hasil luar biasa untuk peradaban dunia" tutur ulama muda yang mendapat julukan Abiya Mudi Mesra.

Sementara di Masji At-Taqwa Garot, Kecamatan Indrajaya, peringatan Maulid Nabi diisi santunan untuk anak yatim piatu di desa terdekat. Pengurus masjid juga menyembelih tiga ekor sapi untuk lauk kenduri ribuan warga. 

"Warga yang berkemudahan menyumbangkan tiga bungkus nasi untuk dibawa ke masjid. Lalu di masjid telah tersedia lauk daging sapi untuk hidangan kenduri makan siang bersama," kata Hasyimi, panitia Masjid At-Taqwa Garot.

Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW juga digelar warga di Desa Aron Pirak dan Desa Rayek Pirak Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara. Warga mengeluarkan hidangan kenduri dalam rantang ke meunasah (balai desa). Kenduri maulid itu dihidangkan kepada ribuan tamu dari desa lain di sekitarnya. Setiap kelompok desa yang diundang duduk menikmati hidangan bersama. 

baca juga: Sambut Maulid Nabi, Menag Ajak Umat Islam Perbanyak Salawat

Tidak lupa mengundang kelompok zikir barzanji dari santri berbagai pesantren dalam Kecamatan Matangkuli. Gema zikir barzanji dan selawat badar dipancarkan melalui suond sistem masing-masing kelompok santri.

"Ini tradisi syiah dan syair yang telah berlangsung turun temurun sejak zaman Kesultanan Aceh" tutur Muhammad Ali, tokoh masyarakat Desa Aron irak, Kecamatan Matangkuli Aceh Utara kepada mediaindonesia.com. (OL-3)

BERITA TERKAIT