29 October 2020, 11:52 WIB

Kuwait Boikot Produk Prancis Terkait Kartun Nabi Muhammad


Basuki Eka Purnama | Internasional

BOIKOT terhadap produk asal Prancis di Kuwait semakin meluas seiring kemarahan warga negara itu setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron membela kartun Nabi Muhammad.

Serikat Toko Kuwait mengatakan 60 dari 69 toko di negara itu telah menarik produk asal Prancis sementara sisanya akan menyusul.

Kepala Serikat Toko Kuwait Fahd al-Kishti mengatakan keputusan boikot itu tidak akan dicabut kecuali aksi penghinaan terhadap Nabi Muhammad di Prancis dihentikan.

Baca juga: Denmark Dukung Prancis Soal Kartun Nabi Muhammad

"Akan ada peningkatan tekanan terhadap Prancis selama beberapa hari ke depan. Kami akan berhenti menjual produk dari berbagai merek asal Prancis," tegas Al-Kishti.

Aksi boikot itu dimulai pada Jumat (23/10) dan, pada Rabu (28/10), gambar rak-rak produk makanan, parfum, dan kosmetik Prancis yang kosong bermunculan.

Al-Kishti mengatakan mereka telah berhenti menjual lebih dari 2 ribu produk asal Prancis termasuk keju dan air.

Macron dengan tegas membela pandangan sekuler dan hak mengejek agama pascapembunuhan seorang guru di Prancis karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada para muridnya.

Keputusan Macron itu memicu seruan boikot terhadap produk Prancis di negara-negara mayoritas muslim.

Menurut Ahmed Al-Thaidy, dosen di Fakultas Syaria dan Ilmu Islam Universitas Kuwait, boikot itu akan berlanjut hingga umat muslim memandang Prancis telah memenuhi harapan mereka untuk tidak melecehkan Islam.

"Pernyataan positif apa pun yang menghormati Nabi Muhammad, saya rasa akan membuat aksi boikot ini mereda," ujarnya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT