29 October 2020, 11:42 WIB

Cegah Konflik, Gajah di Riau Diberi GPS Collar


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

UNTUK meminimalisir terjadinya konflik manusia dengan satwa liar, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Rimba Satwa Foundation (RSF), Perkumpulan Gajah Indonesia (PGI), dan penggiat satwa melakukan pemasangan GPS Collar dengan dukungan pihak ketiga. Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan pemasangan GPS Collar diharapkan dapat memonitor posisi dan pola pergerakan satwa, sehingga bisa dipergunakan untuk mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar dalam hal ini gajah Sumatra.

"Harapannya pada tahun 2021, semua kelompok Gajah sumatra yang ada di Provinsi Riau sudah terpasang GPS Collar," kata Suharyono di Pekanbaru, Kamis (29/10)

Suharyono mengungkapkan upaya itu sebagai salah satu solusi dalam menanggulangi konflik satwa dengan manusia. 

"Semoga ini merupakan salah satu solusi agar manusia dan satwa dapat hidup berdampingan," harapnya.

baca juga: KLHK Konservasi Harimau Sumatera di Tengah Covid-19 

Suharyono mengungkapkan, proses pemasangan GPS Collar diawali oleh tim gabungan yang bergerak dari tanggal 20 sampai 26 Oktober 2020 dan akan diperpanjang jika target belum terpenuhi. Untuk saat ini dari empat GPS Collar baru terpasang tiga dan satu GPS Collar lainnya masih dalam upaya proses pemasangan. Adapun pihak BBKSDA Riau menurunkan dua dokter hewan yaitu drh Rini Deswita dan drh Danang. Selain itu dibantu oleh drh Anhar dari penggiat satwa.

"Untuk pemasangan GPS Collar, Balai Besar KSDA Riau juga menurunkan tim mahout dan tiga gajah jinak yang terdiri dari dua Gajah jantan dan satu betina yang bernama Bangkin (45 th), Jovi (40 th), dan Indah (51 th)," pungkasnya.(OL-3)

BERITA TERKAIT