29 October 2020, 11:20 WIB

Lulusan Vokasi Lemah Soft Skill


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

LULUSAN pendidikan vokasi secara umum masih banyak mendapat komplain dari perusahaan (penyedia kerja) karena dinilai kurang tahan menghadapi tekanan dalam dunia kerja. Mereka juga dinilai minim memiliki kemampuan soft skill, kurang dapat bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik secara lisan ataupun tulisan, serta kurang dalam hal inisiatif.

Penilaian tersebut, dikatakan oleh Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto sebagai fakta nasional yang perlu mendapatkan perhatian serius. “Jadi, kalau tidak disuruh tidak jalan dan mudah bosan. Itulah komplain yang datang dari dunia industri," ujarnya dalam pernyataan tertulis, Kamis (29/10).

Untuk itu, menurut Wikan, lulusan vokasi agar dapat terjun ke dunia kerja, tidak hanya melengkapi diri dengan hard skill yang baik, tetapi juga soft skill yang mumpuni. Karenanya jika soft skill kuat, maka mereka akan belajar secara mandiri.
Selengkap apapun fasilitas yang dimiliki oleh instansi pendidikan vokasi, jika kurikulum tidak bisa menjamin penguatan soft skill maka akan percuma. Oleh karena itu, 80 persen tenaga pengajar pendidikan vokasi saat ini harus mengubah mindset.

Wikan menuturkan, soft skill merupakan kemampuan yang sangat penting, terutama di era pandemi covid-19 saat ini. Akibat pandemi covid-19, banyak perusahaan tidak bisa menyerap lulusan, maka kewirausahaan menjadi jawaban.
“Berbicara kewirausahaan maka sebetulnya berbicara soft skill yang paling relevan yaitu kemampuan berkomunikasi, presentasi, kemampuan menerima perbedaan, kemampuan dalam team work, kemampuan berbahasa asing dan lain-lain dan yang terpenting juga soal kejujuran dan integritas," terangnya.

Soal soft skill ini kini menjadi kebijakan utama pendidikan vokasi di Indonesia. Penekanan pada soft skill, disebutnya, akan menjadi warna Permendikbud Sekolah Vokasi mendatang terkait Merdeka Belajar. “Lulusan sekolah vokasi idealnya tidak hanya hard skill, tapi juga soft skill, bahkan penguasaan soft skill ini jauh lebih penting," tandasnya.(H-1)

BERITA TERKAIT