29 October 2020, 11:04 WIB

Pengawasan Klaster Perkantoran Kendur, Alasannya Lantaran Ada Demo


Hilda Julaika | Megapolitan

KETUA Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz membenarkan pengawasan klaster perkantoran mulai menurun. Hal itu, menurutnya, terjadi lantaran maraknya demonstrasi. Padahal perkantoran merupakan klaster penyebaran covid-19 yang tinggi.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans). Katanya, pengawasan menurun karena memang sedang banyak demo dll. Semoga ke depan pengawasan ini bisa meningkat,” kata Abdul kepada Media Indonesia, Kamis (29/10).

Meski begitu, pihaknya memastikan, selama masa PSBB Transisi ini. pengawasan klaster perkantoran tetap dilakukan. Meskipun porsinya mulai berkurang.

Baca juga: Warga DKI Diminta Bijak Manfaatkan Libur Panjang di Tengah Pandemi

Pengawasan itu dilakukan sejak 12 Oktober sampai dengan 26 Oktober lalu. Pengawasan dilakukan dengan melakukan 152 penyidakan perusahaan dan 25 perusahaan di antaranya ditutup sementara.

“Pengawasan selama PSBB Transisi tetap dilaksanalan sejak tanggal 12 sampai dengan 26 Oktober 2020. Sudah 152 perusahaan disidak. Hasilnya, 25 perusahaan ditutup sementara. Frekuensi pengawasan agak menurun karena maraknya demo,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mencatat tempat kerja menjadi lokasi paling banyak dikunjungi selama PSBB Transisi Jilid II. Tepatnya mulai 12 Oktober hingga 20 Oktober 2020.

Syafrin mengutip dari data mobilitas masyarakat by Google, ada peningkatan 8,07% pergerakan masyarakat ke tempat kerja atau kantor.

“Mobilitas masyarakat by Google periode 12-20 Oktober 2020, pergerakan ke tempat kerja meningkat sebanyak 8,07%,” kata Syafrin, Selasa (27/10).

Lebih rinci terkait dengan tren pergerakan ini, di antaranya, pergerakan ke pusat transportasi umum meningkat 5,21%, ke taman naik 3,07%, ke retail dan rekreasi meningkat 2,71%, ke area permukiman naik 0,07%.

Sementara itu, pergerakan ke toko bahan makanan dan apotek justru turun 4,21%. (OL-1)

BERITA TERKAIT