29 October 2020, 10:27 WIB

Denmark Dukung Prancis Soal Kartun Nabi Muhammad


Basuki Eka Purnama | Internasional

DENMARK, tempat kartun Nabi Muhammad memancing kemarahan global saat pertama kali diterbitkan pada 2005, Rabu (28/10), menegaskan mereka mendukung Prancis seiring kemunculan kemarahan baru terkait kartun junjungan umat Islam itu.

"Kebebasan berekspresi adalah hal dasar dalam demokrasi," tegas Menteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofod kepada stasiun televisi TV2.

"Denmark mendukung Prancis dalam hal ini," imbuhnya.

Baca juga: Menag Sebut Pernyatan Presiden Prancis Lukai Umat Islam

Kofod mengecam perilaku tidak pantas Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang menyarankan agar Presiden Prancis Emmanuel Macron agar memeriksakan mentalnya ketika dia mengatakan Prancis tidak akan berhernti memproduksi kartun Nabi Muhammad seiring pemenggalan guru oleh kelompok ekstrem karena memperlihatkan kartun itu kepada siswa-siswanya.

Erdogan kemudian menuding Macron bersikap Islamofobia.

Presiden Turki itu meningkatkan serangannya terhadap Prancis setelah tabloid mingguan Charlie Hebdo, yang 12 stafnya terbunuh dalam serangan oleh kelompok ekstremis pada 2015 karena menerbitkan kartun Nabi Muhammad, menerbitkan kartun yang mengejek Erdogan di halaman depan.

Turki mengancam akan mengambil langkah legal dan diplomatik terkait kartun yang memperlihatkan pemimpin berusia 66 tahun itu meminum bir dari celana dalam dan mengangkat rok perempuan muslim.

Seruan boikot untuk produk asal Prancis telah ramai diserukan di dunia Islam. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT