29 October 2020, 09:36 WIB

Perburuan Pelaku Begal Sepeda di Jakpus Terkendala CCTV


Siti Yona Hukmana | Megapolitan

POLISI mengaku mengalami kendala dalam memburu pelaku begal sepeda anggota TNI Angkatan Laut (AL) Kolonel Pangestu Widiatmoko. Hal itu karena minimnya kamera pemantau atau CCTV.

"Ada beberapa yang rusak akibat demo dan kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) soal ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (29/10).

Meski begitu, Yusri memastikan pelaku tidak bisa lama menghirup udara bebas. Polisi menemukan CCTV lain dan mendapati terduga pelaku empat orang. Hanya saja, pelaku belum terindentifikasi karena mengenakan helm dan masker. Pelat nomor kendaraan juga tidak terlihat jelas.

"CCTV ini masih kita cek di laboratorium forensik," tutur Yusri.

Baca juga: Polda Metro Jaya Akui Marak Terjadi Begal Sepeda Selama Pandemi

Polda Metro Jaya juga telah mengerahkan polisi berpakaian preman berjaga di lokasi-lokai rawan begal pesepeda. Selain itu, pemburuan pelaku juga dilakukan dengan memeriksa saksi di lokasi kejadian.

"Sudah tiga orang saksi kita periksa," ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.

Kolonel Pangestu Widiatmoko menjadi korban begal saat bersepeda di kawasan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Kala itu dia tengah menuju markas marinir di Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (26/10) sekitar pukul 06.45 WIB.

Pelaku menyasar ponsel Pangestu yang ditempelkan di stang sepeda. Pelaku mencoba menarik ponsel tersebut.

Akibat insiden itu, Pangestu terjatuh dan mengalami luka robek di bagian pelipis, serta memar di bagian kepala belakang. Pangestu dirawat di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr Mintohardjo, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (OL-1)

BERITA TERKAIT