29 October 2020, 09:00 WIB

Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2020 Disambut Antusias


Syarief Oebaidillah | Humaniora

PERHELATAN kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra (BBS) tahun 2020 digelar  dengan kondisi berbeda yakni secara virtual, akibat pandemi covid-19. Kendati demikian, peserta tetap antusias mengikuti even tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) setiap Oktober ini.

“Biasanya perhelatan BBS diiringi gemuruh tepuk tangan para hadirin dan peserta. Akibat pandemi dibatasi. Kita tetap semangat dan optimis pasalnya pada setiap musibah ada berkah. Buktinya BBS tahun ini mendapat respons antusias dan positif bahkan ada pengamat menilai BBS tetap meriah,” kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, E Aminudin Aziz saat sambutan Puncak BBS 2020 di Jakarta secara virtual, Rabu (28/10).

Tahun ini tema yang diambil Berbahasa untuk Indonesia Sehat. Kata sehat dipilih untuk menggambarkan keadaan yang diinginkan oleh bangsa Indonesia, yaitu bangsa yang sehat. Untuk mewujudkan bangsa yang sehat, jasmani atau fisik dan rohani atau mental tidak dapat saling terpisah. Pada bagian itulah bahasa dan sastra berperan untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang sehat.

Berbagai kegiatan kebahasaan dan kesastraan diselenggarakan memeriahkan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2020. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan ajang berkarya atau berekspresi, ajang peningkatan kualitas berbahasa Indonesia, dan ajang perlombaan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut diselenggarakan di tingkat pusat dan balai atau kantor bahasa di 30 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang diberi nama 'Menjalin Indonesia.'

Terdapat 17 kegiatan dengan pendaftar 11 ribu peserta. Kegiatan yang diselenggarakan di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, antara lain, Penghargaan Media Massa Cetak.

Tujuan kegiatan ini guna  memberikan penghargaan kepada media massa yang secara konsisten menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mendorong media massa agar meningkatkan kualitas bahasa.

Pada tahun ini Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan memberikan penghargaan kepada 20 surat kabar terbaik dalam penggunaan bahasa Indonesia serta penghargaan kepada tiga surat kabar yang berdedikasi dalam berbahasa Indonesia yakni Harian Media Indonesia, Kompas dan Koran Tempo.

Aminudin Aziz menambahkan terkait tanggal 28 Oktober 1928 merupakan tanggal bersejarah bagi bangsa Indonesia yang diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Tanggal tersebut menandai salah satu tonggak penting dalam pergerakan bangsa menuju kemerdekaan.

Pada saat itu, pemuda dari berbagai daerah dan kelompok mengakui dan menyepakati gagasan Indonesia sebagai Tanah Air, sebagai Bangsa, dan Bahasa Persatuan melalui sebuah sumpah. “ Berkaitan dengan sumpah untuk menunjung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, semangat dan pemikiran pemuda pada masa itu harus senantiasa dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus,” tegas Aminudin.(H-1)

BERITA TERKAIT