29 October 2020, 05:19 WIB

Gus Muhdlor-Subandi Siap Cetak 100 Millenial Preneur Baru


Heri Susetyo | Nusantara

PASANGAN paslon nomor urut 2 Muhdlor Ali-Subandi (MAS) siap mencetak 100 Millenial Preneur baru apabila mereka dipercaya memimpin Sidoarjo pada periode 2021-2025 mendatang. Muhdlor Ali-Subandi menilai, lapangan pekerjaan dan pengentasan kemiskinan adalah program kerja prioritas yang diharapkan oleh masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Tak hanya masalah lapangan pekerjaan ruang kreasi dan inovasi anak muda pun perlu dibuka lebar. Untuk itu pasangan MAS akan mengelaborasi konsep ekonomi kreatif dan kewirausahaan dalam format program 100 Millenial Preneur baru. 

"Arek enom iku sing penting diwadahi, difasilitasi," kata Gus Muhdlor dalam wawancara di Dorkas Cafe Sidoarjo, Rabu (28/10).

Program ini diharapkan mampu memberikan lapangan pekerjaan seluas-luasnya serta nilai tambah ekonomi. Tentu juga sekaligus membuka ruang kreasi dan inovasi anak muda di Sidoarjo.

Millenial preneur juga memungkinkan pemerintah daerah mengucurkan modal dalam bentuk fisik maupun nonfisik. Fisik dalam bentuk smart warung” dilengkapi wifi serta aneka komoditas yang dapat diperjualbelikan seperti kopi, snack dan produk kreatif lainnya. Sedangkan bantuan nonfisik bisa dalam bentuk pelatihan pengembangan usaha atau beragam training. Selain itu juga branding produk yang akan massif memperkenalkan bisnis anak muda Sidoarjo.

"Iki gak sembarangan loh, omzetnya bisa sampe Rp15 juta per-bulan, iki usaha kecil dengan keuntungan besar," kata Gus Muhdlor.

baca juga: Sidoarjo Muda Beri Dukungan ke Paslon Berkelas 

Gus Muhdlor menyebutkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh generasi millennial untuk bisa menjadi pengusaha muda yang digagasnya. Syarat yang penting adalah ber-KTP Sidoarjo, mau mengikuti pelatihan, profesional dan jelas manajemen keuangannya. Gus Muhdlor berharap akan banyak pengusaha muda bermunculan di desa-desa di Kabupaten Sidoarjo. Keberadaan para millenial preneur tersebut, kata Gus Muhdlor, juga bisa memajukan perekonomian desa pada khususnya dan kabupaten pada umumnya.

"Tiap desa harus bisa, ini usaha kecil dengan omzet besar sesuai passion masing-masing dan kita mewadahi millennial preneur baru sesuai dengan passion mereka," kata Muhdlor. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT