28 October 2020, 21:46 WIB

Sumpah Pemuda Lecut Semangat Tenaga Medis RSDC Wisma Atlet


RO/Micom | Megapolitan

AWAN gelap tengah menyelimuti negeri ini seiring pandemi covid-19. Namun semangat kebangkitan digelorakan para tenaga kesehatan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Jakarta lewat peringatan Sumpah Pemuda.  Dengan kebersamaan sebagai satu Indonesia seperti amanat Sumpah Pemuda, mereka yakin, Indonesia akan memenangkan perang melawan covid-19.

Peringatan Sumpah Pemuda di RSDC berlangsung di halaman Tower 3. Sekitar 50 tenaga kesehatan RSDC Wisma Atlet dari TNI, Polri, dan sipil mengucapkan sumpah pemuda. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia dari Aceh hingga Papua.  

Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat Mayjen TNI Tugas Ratmono dan Komandan Lapangan Letkol Laut M Arifin juga ikut dalam peringatan Sumpah Pemuda.

Pembacaan isi sumpah pemuda yang terdiri dari tiga poin dilakukan bergantian oleh perwakilan tenaga kesehatan dari unsur TNI, Polri dan sipil. Dengan mengepalkan tangan, mereka bersumpah sebagai satu Indonesia.

Tugas Ratmono menegaskan makna dan semangat Sumpah Pemuda harus selalu dipupuk. “Kami di Wisma Atlet ini begitu bersemangat melaksanakan peringatan Sumpah Pemuda,” kata Tugas.

Makna dan semangat Sumpah Pemuda memiliki relevansi kuat dengan RSDC Wisma Atlet yang kini tengah berjuang membebaskan negeri ini dari cengkeraman pandemi Covid-19.  “Dengan semangat Sumpah Pemuda, kita melayani pasien dengan hati, pelayanan terbaik,” jelasnya.

Menurut Tugas, layanan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran harus dilakukan dengan semangat tinggi tanpa mengenal waktu dan hari libur. Meski memiliki risiko tinggi, para tenaga kesehatan terus berjuang merawat pasien covid-19 yang jumlahnya sudah mencapai lebih dari 21 ribu orang sejak RSDC Wisma Atlet Kemayoran didirikan.

Semangat untuk merawat pasien covid-19 dengan hati, membuahkan hasil menggembirakan. Jumlah pasien covid-19 yang dirawat RSDC Wisma Atlet Kemayoran, turun signifikan. Pada 28 Oktober 2020, jumlah pasien sebanyak 1.292 orang. Sedangkan yang menjalani isolasi mandiri berjumlah 948 pasien. 

“Pada 25 September yang dirawat mencapai 5.000 orang. Turun signifikan,” jelas Tugas, yang juga menjabat Kepala Pusat Kesehatan TNI.

Ipda Elisabeth Grety Rimporok, tenaga kesehatan RSDC Wisma Atlet dari Polri, mengaku terinspirasi dari semangat Sumpah Pemuda. Meski dia bersama dua ribu tenaga kesehatan dengan latar belakang institusi dan daerah berbeda, tetapi  mereka berjuang demi tujuan sebagai Indonesia.

“Semangat Sumpah Pemuda adalah bahwa kami satu, satu tujuan untuk Indonesia. Dalam hal ini adalah untuk kesembuhan pasien covid-19 bahwa masa depan ada dan tidak akan hilang,” papar pemudi yang sudah berjuang selama 3 bulan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

Komentar senada juga disuarakan Nur Fajrianty Amin, tenaga kesehatan asal Makassar, Sulawesi Selatan. “Ini adalah peperangan kami, kami akan turut menjaga Indonesia dalam peperangan melawan covid-19. Sebagai dokter kami menyumbangkan tenaga di garda terdepan,” kata lulusan Fakultas Kedokteran Unhas ini. (J-1)

BERITA TERKAIT